Usai ASII, Giliran AUTO Tetapkan Dividen Interim Rp 59 per Saham
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) menetapkan dividen interim tahun buku 2025 dengan total Rp 284,36 miliar. Pembagian dividen ini telah disetujui oleh direksi dan dewan komisaris pada 29 September 2025.
Manajemen AUTO dalam pengumuman resminya di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (6/10/2025) menyebutkan bahwa nilai dividen interim setara dengan Rp 59 per saham, tanpa efek bersifat ekuitas lain yang bisa dikonversi menjadi saham.
Baca Juga
Astra International (ASII) Bagikan Dividen Interim Rp 3,96 Triliun, Simak Jadwal Berikut
Berdasarkan pengumuman resmi, berikut jadwal pembagian dividen AUTO, yaitu Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi pada 14 Oktober 2025, Cum dividen di pasar tunai pada 16 Oktober 2025, dan pembayaran dividen kepada pemegang saham dilaksanakan pada 24 Oktober 2025.
Pembagian dividen interim ini mempertimbangkan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk senilai Rp 938,96 miliar hingga semester I-2025. Saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya Rp 10,68 triliun dan total ekuitas mencapai Rp 15,84 triliun.
Sebelumnya, induk usaha perseroan, PT Astra International Tbk (ASII), telah terlebih dahulu menetapkan dividen interim tahun buku 2025 dengan total Rp 3,97 triliun. Setiap pemegang saham akan menerima Rp 98 per saham sebagai dividen interim.
Baca Juga
UNTR Bagikan Dividen Interim Rp 2,06 Triliun, ASII akan Kebagian Segini
ASII menetapkan jadwal cum dividen interim di pasar reguler dan negosiasi ditetapkan pada 13 Oktober 2025. Sementara ex dividen di pasar reguler dan negosiasi akan berlangsung pada 14 Oktober 2025. Sedangkan pembagian dividen ditetapkan pada 31 Oktober 2025.
“Pembagian dividen interim ini sesuai dengan keputusan direksi yang telah disetujui dewan komisaris perseroan pada 1 Oktober 2025,” tulis pengumuman resmi tersebut.
Pembagian dividen interim ini didasarkan atas laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk senilai Rp 15,51 triliun pada semester I-2025. Saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya Rp 205,22 triliun dan ekuitas mencapai Rp 278,75 triliun.

