Bagikan

WIFI Siap Jadi Disruptor Baru di Industri Internet, Target Harga Saham Rp 7.800

Poin Penting

Dua katalis utama: akuisisi LINK dan alokasi frekuensi 1,4 GHz dorong prospek WIFI.
Laba diproyeksikan tumbuh 61% CAGR dalam lima tahun dengan margin tinggi.
Target harga saham Rp7.800, potensi naik hingga Rp34.400 pada 2030.

JAKARTA , investortrust.id – PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) direkomendasikan beli setelah muncul dua katalis kuat yang berpotensi mengubah peta industri internet nasional. Kedua katalis tersebut adalah rencana akuisisi PT Link Net Tbk (LINK) dan kemungkinan memenangkan lelang frekuensi 1,4 GHz.

Hal ini mendorong Samuel Sekuritas merekomendasikan beli saham emiten yang dikendalikan Hashim Djojohadikusumo ini beli dengan target harga Rp 7.800. Dengan harga penutupan akhir pekan lalu Rp 3.140, terbuka peluang kenaikan harga saham ini lebih dari 148%.

Baca Juga

WIFI, Telkom, dan Sinarmas Lolos Seleksi Frekuensi 1,4 GHz, Pengamat: Game Changer Internet Murah

Analis Samuel Sekuritas Niko Pandowo dalam riset yang diterbitkan akhir pekan lalu menyebutkan bahwa kedua faktor ini dipandang mampu menjadikan WIFI sebagai disruptor besar, setara dengan Jio Financial Services di India. “Dengan strategi harga kompetitif, infrastruktur yang agresif, pendekatan berbasis ekosistem, serta eksekusi dan branding yang kuat, WIFI dinilai siap memperluas pangsa pasar dengan agresif,” tulisnya dalam riset tersebut.

WIFI, lanjut dia, tengah bersaing dengan Sinarmas Group untuk mengakuisisi LINK, perusahaan yang memiliki aset  fiber to the home (FTTH) kuat serta merek terkenal melalui First Media. Jejak jaringan LINK meliputi Jawa dan Bali dengan jangkauan lebih dari 2 juta rumah dan 850 ribu pelanggan ritel.

Sumber: Sucor Sekuritas

Rencana akuisisi LINK dan kerja sama dengan OREX SAI (NTT Docomo dan NEC) diharapkan mempercepat peluncuran fixed wireless broadband di wilayah perkotaan, memperluas adopsi pasar, serta meningkatkan margin. Perusahaan menargetkan penyediaan layanan 250 Mbps dengan harga Rp 250 ribu di kota-kota besar.

Baca Juga

Siapkan Capex Rp 3,5 Triliun 2025, WIFI Fokus Bangun Jaringan di Wilayah Ini

Dia menambahkan, potensi alokasi frekuensi 1,4 GHz akan membuka peluang bagi WIFI untuk meluncurkan layanan Fixed Wireless yang menawarkan kecepatan setara broadband, namun dengan biaya pengembangan lebih efisien dan fleksibilitas tinggi.

Sejumlah aksi korporasi tersebut mendorong Samuel Sekuritas untuk menetapkan target pertumbuhan tahunan (CAGR) laba bersih WIFI sebanyak 61% dalam lima tahun ke depan. Target ini mengasumsikan tercapainya seperempat target pelanggan. Sedangkan hingga pada paruh pertama 2025, WIFI mencatat margin EBIT dan EBITDA masing-masing 60% dan 75%, yang diproyeksikan terus meningkat seiring ekspansi basis pelanggan dan efisiensi biaya per pengguna.


Tingkat pengembalian modal (ROIC) juga diproyeksikan naik dari 5% pada 2025 menjadi 22% pada 2030. Peningkatan tersebut mencerminkan potensi pertumbuhan yang jarang terjadi di industri telekomunikasi Indonesia yang sudah jenuh.

Baca Juga

Gelontorkan Dana Segini, Perusahaan Affiliasi Hashim Ini kembali Tambah Saham di Surge (WIFI)

Hal ini mendorong Samuel Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham WIFI dengan target harga  Rp 7.800 per saham. Target ini mencerminkan potensi kenaikan signifikan bagi WIFI sebagai pemain disruptif di sektor internet. Target harga tersebut juga merefleksikan target peningkatan pengguna dari sekitar 400 ribu menjadi 40 juta dalam lima tahun ke depan.

Saat ini, saham WIFI diperdagangkan dengan valuasi forward PE 12 bulan sebesar 55 kali, dan secara teoritis harga saham berpotensi mencapai Rp 34.400 per saham pada 2030, mencerminkan CAGR 65% dari posisi saat ini.

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024