Proyek Emas Pani Resmi Beroperasi, EMAS Targetkan 500.000 Ounces Emas per Tahun
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) resmi memulai penambangan pertama (first mining) di Proyek Emas Pani, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, pada Rabu (1/10/2025). Kegiatan ini menandai fase operasi penambangan setelah tahap pengupasan lapisan tanah (overburden stripping) berhasil diselesaikan.
Proyek Emas Pani dikenal sebagai salah satu tambang emas primer terbesar di Indonesia dengan cadangan lebih dari 7 juta ounces emas dan umur tambang jangka panjang. Pada tahap awal, perseroan mengadopsi metode heap leach dengan kapasitas pengolahan 7 juta ton bijih per tahun yang berpotensi menghasilkan sekitar 140.000 ounces emas per tahun.
Baca Juga
Lewati Fase Konsolidasi, Saham EMAS Diprediksi Bullish Menuju Level Ini
Selanjutnya, perusahaan menargetkan pembangunan fasilitas carbon-in-leach (CIL) berkapasitas hingga 12 juta ton bijih per tahun dengan proyeksi produksi puncak 500.000 ounces emas per tahun.
Presiden Direktur EMAS Boyke P. Abidin menekankan bahwa produksi perdana menjadi tonggak penting dalam perjalanan perusahaan dan seluruh pemangku kepentingan.
“Dimulainya first mining adalah momen penting bagi EMAS dan semua pemangku kepentingan. Fase Operasi Tambang Emas Pani menjadi langkah awal yang dalam waktu dekat akan berlanjut ke tahap pelindihan (heap leach), pengolahan, hingga produksi emas perdana,” kata Boyke dalam pernyataannya, Rabu (1/10/2025).
Ia menambahkan, peningkatan aktivitas tambang akan memberikan manfaat luas bagi masyarakat. “Kami berkomitmen menjalankan operasi yang bertanggung jawab dengan prinsip Good Mining Practices (GMP) serta standar Environmental, Social, and Governance (ESG) tinggi. Dengan demikian, kegiatan tambang akan menciptakan lapangan kerja, mendukung ekonomi daerah, dan memberi nilai tambah berkelanjutan,” jelasnya.
Baca Juga
Harga Wajar Saham Merdeka Gold (EMAS) Rp 7.900! Begini Perhitungannya
EMAS optimistis produksi perdana ini akan membawa multiplier effect bagi wilayah sekitar, mulai dari penyerapan tenaga kerja, pemberdayaan usaha lokal, hingga kontribusi pajak dan royalti. Setelah fase awal, kegiatan ore stacking di fasilitas heap leach ditargetkan menghasilkan emas pertama pada kuartal I-2026.
EMAS, merupakan anak usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), yang listing di Bursa Efek Indonesia (BEI)sejak Rabu (24/9/2025) dengan harga perdana Rp 2.880. Harga perdana ini ditetapkan sebagai harga konservatif, dibandingkan dengan NPV senilai Rp 127 triliun atau setara dengan harga wajar Rp 7.900 per saham.

