RMK Energy (RMKE) Catat Laba Rp 87,6 M di Tengah Tantangan Pasar Batu Bara, Ini Strategi Bertahannya
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT RMK Energy Tbk (RMKE), emiten di sektor batu bara membukukan laba bersih sebesar Rp 87,6 miliar pada semester I-2025 atau turun 31% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 126,18 miliar. Pelemahan kinerja terutama dipicu penurunan segmen penjualan batu bara.
"Meski menghadapi melemahnya harga dan permintaan global, RMKE tetap mampu mempertahankan kinerja operasional yang solid," kata Presiden Direktur RMKE Vincent Saputra dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, (31/7/2025).
Baca Juga
Hingga akhir Juni 2025, perseroan mencatat volume jasa pengangkutan batu bara sebesar 3,7 juta ton, turun 5,2% secara tahunan (year on year/yoy) akibat cuaca ekstrem yang menghambat aktivitas logistik.
Namun, RMKE berhasil meningkatkan efisiensi operasional. Rata-rata waktu bongkar muat kereta tercatat hanya 3 jam 9 menit per rangkaian, jauh di bawah batas waktu yang ditetapkan PT Kereta Api Indonesia (Persero).
Dia menyampaikan, meski pasar batu bara menghadapi tantangan, RMKE tetap fokus pengoptimalan operasi dan diversifikasi pendapatan. "Kemampuan kami mempertahankan rasio keuangan yang kuat, meningkatkan pendapatan jasa, dan efisiensi operasional menunjukkan komitmen kami memberikan nilai kepada para pemangku kepentingan, bahkan dalam kondisi sulit," ujarnya
Baca Juga
Laba RMK Energy (RMKE) Ambles hampir 30% Jadi Rp 197,9 Miliar di Kuartal III-2024
Adapun pendapatan usaha secara keseluruhan menurun 53,5% akibat melemahnya penjualan batu bara. Namun, pendapatan jasa menunjukkan ketahanan dengan pertumbuhan sebesar 3,5% secara tahunan.
“RMKE berkomitmen memanfaatkan kekuatan operasional dan disiplin keuangan untuk menavigasi kondisi pasar yang menantang. Perusahaan akan terus fokus pada pengembangan segmen jasa dan eksplorasi peluang baru guna mendorong pertumbuhan berkelanjutan dari segmen penjualan dan jasa batu bara,” tutup Vincent.

