Net Sell Rp 1 Triliun, Investor Asing Lepas Saham Emas Ini
JAKARTA, investortrust.id – Pemodal asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) senilai Rp 1 triliun, seiring dengan penurunan signifikan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (25/9/2025), sebanyak 85,9 poin (1,06%) menjadi 8.040 dengan nilai transaksi Rp 22,16 triliun.
Net sell terbanyak dicatatkan saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Rp 453,79 miliar, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 222,12 miliar, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) Rp 194,12 miliar, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) Rp 146,88 miliar, dan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) Rp 109,13 miliar.
Baca Juga
UNTR Lanjutkan Diversifikasi Sektor Mineral, Buka Peluang Akuisisi di Australia
Sebaliknya pembelian bersih (net buy) melanda saham berikut, yaitu PT Bumi Resources Tbk (BUMI) Rp 56,43 miliar, PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (NSSS) Rp 52,27 miliar, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) Rp 50,03 miliar, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) Rp 47,30 miliar, dan PT Darma Henwa Tbk (DEWA) Rp 42,01 miliar.
Penurunan tersebut dipicu pelemahan sejumlah saham big cap, seperti saham DSSA, EMAS, ANTM, BRPT, AMMN, MDKA, CMRY, PANI, BBRI, hingga TPIA. Sedangkan sektor saham dengan penurunan terbesar, yaitu saham sektor material dasar 3,03%, sektor industri 1,67%, sektor infrastruktur 1,09%, sektor transportasi 2,63%, dan sektor keuangan 0,28%. Sebaliknya kenaikan melanda saham sektor konsumer non primer 1,75%, sektor properti 1,56%, dan sektor kesehatan 0,60%.
Meski IHSG terjun, sejumlah saham ini catatkan kenaikan hingga auto reject atas (ARA), saham PT Bersama Zatta Jaya Tbk (ZATA) melesat 35% menjadi Rp 81 setelah terbebas dari papan pemantauan khusus. saham PT Supra Boga Lesatari Tbk (RANC) naik 25% menjadi Rp 650, PT Futura Energi Global Tbk (FUTR) naik 25% menjadi Rp 500, dan PT Sillo Maritime Perdana Tbk (SHIP) naik 25% menjadi Rp 5.375.
Baca Juga
Implementasi ‘Short Selling’ Ditunda Lagi hingga 2026, Alasan Ini Diungkap BEI
Penguatan hingga ARA juga melanda saham PT Perdana Bangun Pusaka Tbk (KONI) naik 24,76% menjadi Rp 1.965, PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) naik 24,73% menjadi Rp 464, PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE) naik 24,66% menjadi Rp 2.780, dan PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) kembali melesat 19,91% menjadi Rp 12.800.
Meski tak ARA, sejumlah saham berikut torehkan lompatan harga yang mengesankan, yaitu saham PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk (CSIS) naik 24,29% menjadi Rp 220, PT Citra Putra Realty Tbk (CLAY) naik 20% menjadi Rp 2.700, dan PT Cipta Selera Murni Tbk (CSMI) naik 20% menjadi Rp 540.
Kemarin, IHSG menguat tipis 1,36 poin (0,02%) menjadi 8.126 dengan nilai transaksi Rp 24,22 triliun. Pemodal asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 524,97 miliar dengan penyumbang utama ANTM Rp 261,58 miliar, BBCA Rp 257,65 miliar, dan BUMI Rp 179,69 miliar.
Penguatan tersebut ditopang lompatan saham sektor industri 4,36%, sektor material dasar 1,20%, sektor properti 1,04%, sektor keuangan 0,37%, sektor transportasi 0,79%, dan sektor energi 0,62%. Dengan saham tercuan LPPS menguat 34,78% menjadi Rp 124, GTRA sebanyak 25% menjadi Rp 280, JARR naik 25% menjadi Rp 4.250, dan COIN naik 24,68% menjadi Rp 2.880, ANJT naik 24,65% menjadi Rp 2.250. ARA juga melanda saham PUDP melambung 24,60% menjadi Rp 466, saham RISE naik 24,58% menjadi Rp 2.230, RANC naik 24,40% menjadi Rp 520, dan PGUN menguat 19,94% menjadi Rp 10,675.

