Profitabilitas dan Valuasi Unggul, Saham GOTO Bersiap Bangkit Menuju Level Ini
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Peluang penguatan harga saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) makin terbuka lebar di tengah strategi pertumbuhan yang diterapkan telah membuahkan hasil positif. Peluang kenaikan harga juga didukung berlanjutnya efisiensi operasional, ekspansi layanan keuangan (GTF), serta penurunan kerugian Tokopedia (TTS), dan valuasi yang sudah tergolong rendah dibandingkan pesaingnya.
Peluang tersebut mendorong BRI Danareksa Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham GOTO dengan target harga Rp 100 atau terbuka penguatan lebih dari 81% dari harga penutupan akhir pekan lalu Rp 55. Target harga tersebut juga merefleksikan proyeksi price-to-sales (P/S) GOTO saat ini berada di level 3,5 kali atau masih tertinggal jauh dari Grab Holdings Ltd (GRAB) sebanyak 7,3 kali. Peluang juga ditunjukkan kebangkitan harga saham GRAB dalam beberapa bulan terakhir yang masih berbanding terbalik dengan GOTO.
Baca Juga
GOTO Raih Fasilitas Pinjaman Baru Rp 4,65 Triliun, Tujuan Penggunaan Ini Diungkap
Analis BRI Danareksa Sekuritas Erindra Krisnawan dan Kafi Ananta dalam riset pagi ini menyebutkan bahwa valuasi saham GOTO saat ini berada di level 3,5 kali, jauh di bawah Grab Holdings Ltd (GRAB) yang sudah mengalami kenaikan ke 7,3 kali setelah terjadi reli harga sahamnya. Kesenjangan valuasi ini membuka peluang re-rating bagi GOTO, seiring konsistensi kinerja keuangan yang mulai stabil.
Estimasi Kinerja Keuangan GOTO
Berdasarkan data, Gross Transaction Value (GTV) segmen on-demand services (ODS) GOTO tumbuh 8,8% sepanjang kuartal II-2025 atau lebih rendah dibandingkan GRAB dengan kenaikan 20,7% yoy berkat insentif agresif (+21% yoy). Namun, GOTO tetap unggul dari sisi profitabilitas yang ditunjukkan EBITDA ODS GOTO naik 4,5% qoq atau 264% yoy atau lebih baik dari GRAB dengan pertumbuhan hanya 2,3% qoq atau 32,7% yoy.
Baca Juga
GOTO Kian Dekat Profit, ODS Melambat tapi GTF Tumbuh Pesat, Bagaimana Sahamnya?
Perbaikan tersebut menjadikan EBITDA perseroan sepanjang semester I-2025 sudah merefleksikan 51-59% dari target tahun ini. Angka ini jauh lebih unggul dibandingkan dengan GRAB yang hanya memenuhi 45-47% dari target tahunannya akibat pelemahan margin bisnis pengantaran.”Dengan profitabilitas yang solid dan prospek catatkan laba bersih lebih cepat, GOTO direkomendasikan beli,” tulisnya.
Terkait kinerja keuangan, BRI Danareksa Sekuritas memperkirakan kenaikan pendapatan GOTO menjadi Rp 17,69 triliun tahun ini, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 15,89 triliun. Begitu juga dengan EBITDA diperkirakan positif menjadi Rp 1,03 triliun, dibandingkan tahun 2024 dengan rugi Rp 1,49 triliun. Rugi bersih perseroan juga diperkirakan turun drastic menjadi Rp 426 miliar tahun ini, dibandingkan tahun lalu Rp 5,15 triliun.
Grafik Saham GOTO dan GRAB

