Lagi-lagi ATH! Harga Bitcoin Sentuh Rp 2 Miliar per Koin, Analis Percaya Rekor Baru Akan Tercapai Akhir 2025
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Aset digital terbesar dunia, Bitcoin (BTC), kembali mencuri perhatian pasar global. Di tengah tren bullish yang kuat, sejumlah analis dan pelaku pasar memproyeksikan harga tertinggi baru sepanjang masa (all time high/ATH), bahkan menyentuh angka US$ 250.000 hingga akhir tahun ini.
Menilik data Coinmarketcap, Senin (14/7/2025) pukul 15.40 WIB, Bitcoin telah menggapai level ATH nyaris US$ 123.000 per koinnya, tepatnya di US$ 122.944 atau setara US$ 2 miliar (kurs Rp 16.270 per dolar AS).
Salah satu prediksi paling optimistis datang dari analis kripto ternama Michael van de Poppe. Dalam unggahan terbarunya pada 11 Juli lalu, ia memperkirakan Bitcoin akan mencapai US$ 125.000 pada akhir Juli, melanjutkan ke US$ 150.000 pada kuartal ketiga, dan kemudian melonjak ke US$ 250.000 menjelang tutup tahun.
“Penembusan zona resistensi antara US$ 110.000 dan US$ 112.000 menjadi sinyal penting. Ini membuka jalan bagi pergerakan harga yang lebih agresif,” katanya, dilansir cari CryptoNewsFlash, Senin (14/7/2025).
Baca Juga
Bitcoin Pecah Rekor ATH Lagi ke US$ 121.300-an, Hati-hati! Risiko Bearish Masih Membayangi
Van de Poppe juga mencatat bahwa volume perdagangan yang meningkat menunjukkan minat beli yang kuat dari investor. Selain itu, penurunan harga Bitcoin ke bawah US$ 105.000 pada akhir Juni justru menjadi momen konsolidasi alami yang menyaring tekanan jual.
Bitcoin kemudian kembali menguat di kisaran US$ 100.400 hingga US$ 105.000, sebuah pola yang menurutnya sering terlihat sebelum lonjakan signifikan terjadi.
Sementara itu, analis anonim BitBull juga mengamini sentimen bullish tersebut. Dalam analisanya pada 12 Juli lalu, ia menyebut bahwa penembusan harga di atas US$ 117.000, membuka peluang kenaikan jangka pendek ke US$ 120.000, sebelum memasuki fase konsolidasi.
“Situasi ini mengingatkan pada pola di Februari 2024, di mana Bitcoin sempat tertahan setelah reli besar, memberi ruang bagi altcoin untuk bergerak,” jelas BitBull.
Baca Juga
Ia menyebut titik harga US$ 135.000 dan US$ 140.000 sebagai potensi puncak lokal dalam beberapa bulan mendatang. Prediksi tersebut juga diperkuat oleh akumulasi besar-besaran dari kalangan korporat.
Laporan CryptoNewsFlash menyebutkan bahwa sebanyak 159.107 BTC telah dikumpulkan oleh perusahaan-perusahaan selama kuartal kedua 2025, dengan 46 entitas baru masuk ke pasar kripto.
Hingga Minggu (13/7), harga Bitcoin tercatat di level US$ 117.318,89 atau turun 0,93% dalam 24 jam terakhir, dengan kapitalisasi pasar mencapai US$ 2,33 triliun. Meski begitu, harga BTC masih jauh di atas rata-rata pergerakan sederhana (simple moving average/SMA) 50 hari di US$ 106.967 dan SMA 200 hari di US$ 88.448.
Namun begitu, indeks kekuatan relatif (relative strength index/RSI) 14 hari menunjukkan angka 72,85, mengindikasikan kondisi overbought yang berpotensi memicu koreksi jangka pendek sebelum momentum bullish berlanjut.

