IHSG Tembus 8.000! Sektor Saham Ini masih Layak Dilirik
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) tembus di atas level 8.000 terdorong sentimen positif pemangkasan suku bunga Bank Indonesia atau BI Rate dan suku bunga The Fed. Bahkan, pembukaan perdagangan saham pagi ini, Kamis (17/9/2025), IHSG semapt melesat sebanyak 40,56 poin (0,51%) menjadi 8.065.
Penyumbang utama kenaikan IHSG datang dari penguatan saham sektor teknologi 2,63% terdorong berlanjutnya kenaikan harga saham PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) hingga auto reject atas (ARA) sebanyak 20% menjadi Rp 157.225. Kenaikan tersebut menjadikan kapitalisasi pasar (market cap) saham ini melambung menjadi Rp 294 triliun atau mendekati PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) senilai Rp 326 triliun.
Baca Juga
Usai IHSG Cetak Rekor 8.025 dan Market Cap Tembus Rp14.516 Triliun, BEI Ungkap Ini
Penguatan indeks juga ditopang kenaikan saham emiten yang dikendalikan Prajogo Pangestu, seperti saham PTRO naik 6,48% menjadi Rp 4.780 hingga pukul 10.14 WIB dan BRPT naik 3,23% menjadi Rp 2.560. Kenaikan indeks berada di atas level 8.000 juga ditopang penguatan pesat saham lapis tiga, seperti CLAY, TALF, KOCI, GPSO, dan LUCK pada perdagangan intraday sesi I hari ini.
Terkait rekor ini, analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana atau Didit mengatakan, IHSG sedang memasuki tren penguatan atau berada dalam fase uptrend. “IHSG berpotensi lanjutkan penguatan menuju level 8.102, apabila berhasil berhasil menembus resistance kuat di 8.022,” ujar Didit.
Begitu juga dengan, VP Marketing, Strategy & Planning Kiwoom Sekuritas, Oktavianus Audi, menilai bahwa kenaikan IHSG hingga rekor di atas 8.000 ditopang kebijakan moneter Bank Indonesia (BI) yang memangkas suku bunga acuan 25 basis poin (bps) ke level 4,75 dan pemangkasan Fed Funds Rate (FFR) sebanyak 25 bps.
Baca Juga
Melesat 0,85%, IHSG Akhirnya Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Masa 8.025
“Kebijakan ini mendorong arus modal asing seiring investor memburu return lebih tinggi, sekaligus menurunkan cost of fund yang dapat meningkatkan permintaan kredit,” jelas Audi.
Di tengah pemangkasan suku bunga ini, dia mengatakan, sektor perbankan, konstruksi, dan consumer staples menjadi penerima manfaat utama (big beneficiaries). Sedangkan sektor properti, semen, dan ritel berpotensi menjadi pendorong sekunder, didukung peningkatan likuiditas dan realisasi proyek pemerintah melalui APBN.
Kemarin, IHSG ditutup cetak rekor tertinggi baru sepanjang masa (all time high/ATH) setelah menguat 67,48 poin (0,85%) menjadi 8.025. Sebaliknya investor asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 151,35 miliar, terbanyak melanda saham BBCA Rp 566,29 miliar, BMRI Rp 269,47 miliar, dan ANTM Rp 174,28 miliar.
Baca Juga
IHSG Cenderung Naik Ditopang Pemangkasan The Fed dan BI Rate, 3 Saham Dipimpin MBMA Layak Dilirik
Kenaikan indeks ditopang penguatan seluruh sektor saham, yaitu saham industry naik 2,83%, sektor teknologi 2,47%, sektor konsumer non primer 1,01%, sektor kesehatan 1,05%, sektor energi 0,72%, sektor infrastruktur 0,65%, dan sektor keuangan 0,83%.
Saham dengan kenaikan paling pesat kemarin, yaitu saham NASI naik 34,74% menjadi Rp 128, KOKA menguat 34,31% menjadi Rp 137, AISA naik 34,71% menjadi Rp 163, saham CLAY sebanyak 25% menjadi Rp 2.000, KJEN naik 25% menjadi Rp 270, BLUE sebanyak 24,42% menjadi Rp 535, MLPT naik 19,99% menjadi Rp 131.025, KOCI melesat 31,25% menjadi Rp 84, dan HOKI naik 33,33% menjadi Rp 104.

