IHSG Akhirnya ATH Tembus 8.025!
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (17/9/2025), akhirnya ditutup ke level tertinggi baru sepanjang masa (all time high/ATH) setelah berhasil catatkan kenaikan 67,48 poin (0,85%) menjadi 8.025. Rentang pergerakan 7.940-8.025 dengan nilai transaksi Rp 16,04 triliun.
Penguatan indeks ditopang kenaikan seluruh sektor saham, yaitu saham industry naik 2,83%, sektor teknologi 2,47%, sektor konsumer non primer 1,01%, sektor kesehatan 1,05%, sektor energi 0,72%, sektor infrastruktur 0,65%, dan sektor keuangan 0,83%.
Baca Juga
IHSG Tembus 8.000 Usai BI Rate Dipangkas ke 4,75%, Dua Sektor Saham Ini Diuntungkan
Di tengah berlanjutnya kenaikan indeks, sejumlah saham berikut catatkan kenaikan hingga auto reject atas (ARA), seperti saham PT Whana Inti Makmur Tbk (NASI) naik 34,74% menjadi Rp 128, PT Koka Indonesia Tbk (KOKA) menguat 34,31% menjadi Rp 137, dan PT FKS Food Sejahtera Tbk (AISA) naik 34,71% menjadi Rp 163.
ARA juga melanda saham PT Citra Putra Realty Tbk (CLAY) sebanyak 25% menjadi Rp 2.000, PT Krida Jaringan Nusantara Tbk (KJEN) naik 25% menjadi Rp 270, PT Berkah Prima Perkasa Tbk (BLUE) sebanyak 24,42% menjadi Rp 535, dan PT Multipola Technology Tbk (MLPT) naik 19,99% menjadi Rp 131.025. Meski tak ARA saham PT Kokoh Exa Nusantara Tbk (KOCI) melesat 31,25% menjadi Rp 84 dan PT Buyung Poetra Sembada Tbk (HOKI) naik 33,33% menjadi Rp 104.
Kemarin, IHSG ditutup lanjutkan penguatan 20,58 poin (0,26%) menjadi 7.957 dengan investor asing berbalik merealisasikan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 374,55 miliar. Net sell didominasi saham BMRI Rp 147,61 miliar, BBCA Rp 122,66 miliar, dan BUMI Rp 81,43 miliar.
Baca Juga
Penguatan indeks kemarin ditopang kenaikan mayoritas sektor saham, seperti sektor konsumern non primer, industry energi, material dasar, teknologi, transportasi, konsumer primer, dan kesehatan. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor infrastruktur, property, dan keuangan.
Di tengah penguatan tersebut, sejumlah saham ini cetak ARA, yaitu INDX naik 34,92% menjadi Rp 170, SMLE naik 34,91% menjadi Rp 228, dan PICO naik 34,52% menjadi Rp 226. ARA juga melanda saham DWGL sebanyak 24,67% menjadi Rp 374 dan ITIC sebanyak 24,59% menjadi Rp 304. Meski tak ARA, saham ini cetak kenaikan pesat WIIIM sebanyak 24,10% menjadi Rp 1.030 dan BLUE naik 24,28% menjadi Rp 430.

