IHSG Cenderung Naik Ditopang Pemangkasan The Fed dan BI Rate, 3 Saham Dipimpin MBMA Layak Dilirik
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (17/9/2025), diprediksi lanjutkann penguatan menuju resistance selanjutnya 8.050. Sedangkan tiga saham pilihan hari ini adalah MEDC, BRPT, dan MBMA.
BRI Danareksa Sekuritas dalam riset pagi ini menyebutkan bahwa pergerakan indeks datang dari sentimen postif pemangkasan suku bunga The Fed sebanyak 25 bps atau pemotongan pertama tahun 2025. Sedangkan dari dalam negeri datang dari pemotongan BI Rate 25 bps atau di luar ekspektasi pasar.
Baca Juga
The Fed Pangkas Suku Bunga 25 Bps, Indikasikan Pemotongan Lanjutan
Pergeraekan indeks juga dipengaruhi pergerakan bursa saham dunia, seperti kenaikan Dow Jones 0,57% semalam, namun Nasdaq dan S&P500 melemah. Bursa Eropa juga ditutup bervariasi.
Di tengah peluang penguatan tersebut, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan beli saham MEDC dengan target harga Rp 1.340-1.450, MBMA dengan target harga Rp 496-540, dan saham BRPT dengan target harga Rp 2.650-2.800.
Kemarin, IHSG ditutup cetak rekor tertinggi baru sepanjang masa (all time high/ATH) setelah ditutup naik 67,48 poin (0,85%) menjadi 8.025. Sebaliknya investor asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 151,35 miliar, terbanyak melanda saham BBCA Rp 566,29 miliar, BMRI Rp 269,47 miliar, dan ANTM Rp 174,28 miliar.
Baca Juga
Kenaikan indeks ditopang kenaikan seluruh sektor saham, yaitu saham industry naik 2,83%, sektor teknologi 2,47%, sektor konsumer non primer 1,01%, sektor kesehatan 1,05%, sektor energi 0,72%, sektor infrastruktur 0,65%, dan sektor keuangan 0,83%.
Sedangkan saham dengan kenaikan pesat kemarin, yaitu saham NASI naik 34,74% menjadi Rp 128, KOKA menguat 34,31% menjadi Rp 137, AISA naik 34,71% menjadi Rp 163, saham CLAY sebanyak 25% menjadi Rp 2.000, KJEN naik 25% menjadi Rp 270, BLUE sebanyak 24,42% menjadi Rp 535, MLPT naik 19,99% menjadi Rp 131.025, KOCI melesat 31,25% menjadi Rp 84, dan HOKI naik 33,33% menjadi Rp 104.

