Harga Terus Meroket, Penjualan Emas Antam (ANTM) Melonjak 163%
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mencatat kinerja solid dari segmen emas sepanjang paruh pertama 2025, seiring lonjakan harga emas dunia yang menyentuh rekor tertinggi.
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko ANTM, Arianto S Rudjito mengatakan, volatilitas harga emas dalam dua tahun terakhir sangat dipengaruhi ketidakstabilan ekonomi maupun geopolitik global. Namun, sifat emas sebagai aset lindung nilai (safe haven) justru mendorong kenaikan permintaan, baik di tingkat domestik maupun global.
Ia menambahkan, tren tersebut tercermin pada peningkatan cadangan emas yang diborong bank-bank sentral dunia, terutama China.
“Pembelian emas dari central bank China itu meningkat 2% di tahun ini dibandingkan tahun lalu. Kalau kita lihat bahkan baru-baru ini saja di tanggal 9 September kemarin harga emas dunia itu mencapai rekor tertinggi dalam sejarah yaitu 3.650 dolar per troy ounce,” jelas Arianto dalam Pubex Live 2025 yang digelar secara daring, Kamis (11/9/2025).
Baca Juga
Menurut Arianto, harga emas global tahun ini cenderung bertahan di atas level US$ 3.000 per troy ounce, meski pergerakannya masih sulit diprediksi. Beberapa publikasi internasional bahkan memperkirakan harga dapat menembus kisaran 3.800 dolar per troy ounce.
“Namun, kami dari sisi pelaku pasar terus memitigasi risiko atas fluktuasi ini. Dalam penganggaran pun kami berusaha cukup konservatif untuk mengantisipasi adanya koreksi dari pergerakan harga emas,” katanya.
Dari sisi operasional, emas tetap menjadi pilar utama penjualan Antam. Sepanjang semester I-2025, penjualan emas mencapai Rp 49,54 triliun atau 84% dari total penjualan perseroan. Angka tersebut melonjak 163% dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar Rp 18 triliun.
Volume penjualan juga naik signifikan. Arianto mencatat penjualan emas meningkat 84% menjadi 30 ton. Kenaikan ini tidak hanya ditopang tingginya permintaan domestik, tetapi juga strategi digitalisasi yang dijalankan perusahaan.
Pada semester I-2025, ANTM juga membukukan laba bersih sebesar Rp 5,14 triliun atau tumbuh 240% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 1,51 triliun. Capaian ini menjadi salah satu rekor pertumbuhan laba terbaik dalam sejarah perusahaan.
Kenaikan laba tersebut terutama ditopang oleh kontribusi signifikan dari segmen nikel serta logam mulia dan pemurnian. Laba segmen nikel melesat menjadi Rp 3,53 triliun dari sebelumnya Rp 148,10 miliar, sekaligus melampaui laba segmen logam mulia dan pemurnian yang tercatat Rp 3,23 triliun.

