Oversubscribed, Perusahaan Patungan Chandra Asri (TPIA) Ini Kantongi Pinjaman Sindikasi US$ 1 Miliar
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Aster Chemicals and Energy Pte Ltd, perusahaan patungan milik konglomerat Prajogo Pangestu PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) dan Glencore, berhasil mengamankan fasilitas pinjaman sindikasi berjangka senilai US$ 1 miliar. Fasilitas ini dikaitkan dengan target keberlanjutan (sustainability linked syndicated term loan facility/SLL).
Pinjaman jumbo tersebut mendapat sambutan positif dari pasar keuangan global. Hal ini ditunjukkan permintaan investor melampaui target awal (oversubscribed) setelah menarik minat kuat dari jajaran perbankan internasional.
Baca Juga
Chandra Asri (TPIA) Pacu Hilirisasi, Pembangunan Pabrik CA-EDC di Cilegon Capai 33%
Fasilitas tersebut ditingkatkan melalui opsi greenshoe usai mendapatkan dukungan luas dari bank-bank di Singapura, Indonesia, Thailand, Uni Emirat Arab, Jepang, Inggris, hingga Sri Lanka. Kesepakatan ini mencerminkan kepercayaan lembaga keuangan global atas kualitas kredit, strategi pertumbuhan, serta komitmen keberlanjutan Aster.
“Kami sangat mengapresiasi kepercayaan mitra keuangan internasional melalui pinjaman ini. Hal ini menegaskan komitmen Aster untuk terus mengintegrasikan keberlanjutan dalam strategi pertumbuhan kami sekaligus menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujar Group CFO sekaligus Deputy CEO Aster, Andre Khor dalam keterangan resminya, Senin (15/9/2025)
Dua bank, yakni DBS Bank Ltd. dan OCBC, bertindak sebagai Mandated Lead Arrangers, Underwriters and Bookrunners (MLAUBs). Selain itu, dukungan juga datang dari konsorsium internasional yang terdiri dari Clifford Capital, Mizuho Bank, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Bank Negara Indonesia, Bank Rakyat Indonesia, hingga Bangkok Bank, First Abu Dhabi Bank, Standard Chartered, dan Indonesia Eximbank.
Baca Juga
Tertinggi Sepanjang Masa, Laba Chandra Asri (TPIA) Capai Rp 26 Triliun di Semester I-2025
Baik DBS maupun OCBC juga berperan sebagai Sustainability Coordinators, memastikan fasilitas pinjaman selaras dengan target lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) Aster. Pinjaman ini secara khusus dikaitkan dengan target penurunan intensitas emisi gas rumah kaca (GRK).
Dana hasil pinjaman akan digunakan untuk kebutuhan korporasi secara umum, termasuk proyek rejuvenasi aset di Pulau Bukom dan Jurong, Singapura. Dengan instrumen hijau ini, Aster memperkuat posisinya sebagai pemain regional utama di sektor energi dan infrastruktur, sekaligus mitra jangka panjang dalam agenda pertumbuhan berkelanjutan Asia Tenggara.

