BCA (BBCA) Klarifikasi Sistem Tetap Aman dan Dana Nasabah Terjaga di Tengah Dugaan Pembobolan RDN
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA memastikan sistem internal dalam kondisi aman seiring adanya dugaan pembobolan terhadap rekening dana nasabah (RDN) investasi perseroan.
EVP Communication and Social Responsibility BCA Hera F Haryn menyatakan, sistem di BCA aman dan tidak terdapat kerugian finansial yang dialami oleh nasabah.
"BCA senantiasa melakukan pengamanan data dengan menerapkan strategi dan standar keamanan berlapis, serta mitigasi risiko yang diperlukan untuk menjaga keamanan data dan transaksi digital nasabah," ujar Hera dalam keterangan tertulis dikutip Sabtu (13/9/2025).
Hera mengatakan, saat ini BCA sedang mendukung perusahaan sekuritas untuk melakukan proses investigasi mendalam terkait dugaan yang beredar. "Kami berkomitmen bekerja sama dengan seluruh pihak terkait, termasuk otoritas," ujar Hera.
Baca Juga
BCA’s Strong Liquidity Signals Potential to Surpass 2025 Business Targets
Foto: Investortrust/Mohammad Defrizal
Sebelumnya, Corporate Secretary BCA I Ketut Alam Wangsawijaya mengatakan BCA tengah melakukan investigasi mendalam terhadap kejadian tersebut, bersama-sama dengan perusahaan sekuritas terkait.
"Sehubungan dengan informasi terkait Rekening Dana Nasabah (RDN) BCA di salah satu perusahaan sekuritas, dapat kami pastikan bahwa sistem BCA aman. Saat ini, BCA sedang melakukan investigasi mendalam terhadap kejadian tersebut, bersama-sama dengan perusahaan sekuritas terkait," ungkap Ketut dalam keterbukaan informasi BEI, Jumat (12/9/2025).
Lebih jauh, BCA telah melakukan langkah-langkah yang diperlukan, termasuk berkoordinasi dengan pihak sekuritas dan institusi penerima dana. BCA berkomitmen mendukung investigasi dari seluruh pihak terkait.
"BCA senantiasa melakukan pengamanan data dengan menerapkan strategi dan standar keamanan berlapis, serta mitigasi risiko yang diperlukan untuk menjaga keamanan data dan transaksi digital," ungkapnya.
Baca Juga
Sebelumnya, PT Panca Global Kapital Tbk (PEGE) membuka suara terkait dugaan pembobolan RDN anak usahanya yaitu PT Panca Global Sekuritas (PGS), yang terdapat aktivitas mencurigakan pada 9 September 2025. Kejadian berupa penarikan dana pada RDN itu dilakukan secara berulang dan dalam waktu yang relatif singkat.
"Pengalihan dana dengan tujuan di luar rekening yang telah didaftarkan sebelumnya oleh PGS (whitelist) dengan dugaan transfer keluar melalui BCA Klik Bisnis," tulis manajemen PEGE dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Saat ini, manajemen PGS masih melakukan verifikasi dan berkoordinasi dengan pihak bank RDN untuk mengetahui jumlah kerugian akibat kejadian tersebut. Sebagai informasi, investor hanya dapat bertransaksi di pasar modal Indonesia melalui RDN. Kemudian, investor dan perusahaan sekuritas, dapat melakukan transaksi jual dan beli saham, reksadana, obligasi, dan efek lain hanya melalui RDN.
Entitas anak pada saat ini juga telah melakukan tindakan menonaktifkan sistem yang diduga telah mengalami gangguan, sehingga berdampak pada akses platform perdagangan online. Tindakan ini dilakukan di bawah koordinasi Self Regulatory Organization (SRO).
Sebagai informasi RDN adalah rekening khusus yang wajib dimiliki oleh investor untuk melakukan transaksi di pasar modal, seperti jual-beli saham, reksa dana, dan obligasi. Rekening ini berfungsi sebagai perantara antara dana pribadi investor dan perusahaan sekuritas, memastikan dana aman dan terkelola terpisah untuk transaksi efek.

