BEI Suspensi 7 Saham, Ada VOKS hingga POLU
JAKARTA, investortrust.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara (suspense) transaksi tujuh saham mulai sesi I, Jumat (12/9/2025). Suspensi dipicu atas lonjakan harga dalam beberapa hari terakhir dan sebagai bentuk perlidungan terhadap investor.
Ketujuh saham tersebut terdiri atas saham PT Andalan Sakti Primaindo Tbk (ASPI), PT Paramita Bangun Sarana Tbk (PBSA), PT Gondel Flower Tbk (POLU), PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE), PT Hasana Boga Sejahtera Tbk (NAYZ), PT Paperocks Indonesia Tbk (PPRI), dan PT Voksel Electric Tbk (VOKS).
Baca Juga
Sucor Sekuritas: Likuiditas Pulih, Saham Bank Layak Dilirik dengan Pilihan Utama BBCA dan BBRI
Berdasarkan data Tradingview, ketujuh saham tersebut telah catat lonjakan harga dalam sebulan terakhir, penguatan tertinggi dicatatkan saham CBRE dengan kenaikan 408% menjadi Rp 620 dan POLU menguat 145% menjadi Rp 15.925 dalam sebulan terakhir.
Kenaikan pesat dalam sebulan terakhir juga dicatatkan saham PBSA sebanyak 127% menjadi Rp 930, NAYZ menguat 140% menjadi Rp 125, VOKS melesat 100% menjadi Rp 374, ASPI naik lebih dari 82% menjadi Rp 530, dan PPRI menguat 43,54% menjadi Rp 422.
Sebaliknya, BEI membuka kembali (unsuspensi) perdagangan enam saham berikut mulai sesi I, Jumat (12/9/2025). Dua dari enam saham akan diperdagangkan di papan pemantauan khusus (PPK) dengan mekanisme full call auction (FCA).
Baca Juga
Saham Minna Padi (PADI) Menuju Rp 150, Faktor Ini Jadi Pendukung
Keenam saham tersebut adalah PT Lion Metal Works Tbk (LION), PT Sumber Energi Andalan Tbk (ITMA), PT Hotel Fitra International Tbk (FITT), dan PT Agung Menjangan Mas Tbk (AMMS). Dua saham lainnya PT Sumber Mas Konstruksi Tbk (SMKM) dan PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) ditransaksikan di PPK.
Berdasarkan data Tradingview, saham FITT telah melambung lebih dari 219% menjadi Rp 670 dalam sebulan terakhir, saham AMMS melesat lebih dari 106% menjadi Rp 256, dan saham ITMA naik lebih dari 83% menjadi Rp 1.365. Kenaikan pesat juga dicatatkan saham PGUN mencapai 170,48% menjadi Rp 3.850 dalam sebulan terakhir dan SMKM melambung 109,46% menjadi Rp 155 dalam sebulan terakhir. Sebagaimana diketahui saham SMKM dan PGUN telah terkena suspense sejak awal bulan ini.
Grafik Saham

