IHSG Sesi I Anjlok 1,66%, Sebaliknya LION dan UANG Perkasa
JAKARTA, investortrust.id –Penurunan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Selasa (9/9/2025), ditutup anjlok sebanyak 128 poin (1,66%) menjadi 7.638. Rentang pergerakan 7.624-7.791 dengan nilai transaksi Rp 14,65 triliun.
Penyumbang utama kejatuhan datang dari penurunan saham sektor infrastruktur 2,21%, sektor keuangan 1,77%, sektor teknologi 1,42%, sektor energi 1,48%, sektor properti 1,04%, sektor material dasar 0,90%, dan sektor konsumer non primer 0,87%. Sebaliknya kenaikan melanda saham sektor industri 0,15% dan transportasi 0,21%.
Baca Juga
Prabowo Respons Usulan Pembentukan Tim Investigasi Independen Hingga Penarikan TNI
Meski IHSG terhempas, kedua saham ini berhasil catatkan penguatan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham PT Lion Metal Works Tbk (LION) naik 25% menjadi Rp 550 dan PT Pakuan Tbk (UANG) menguat 24,71% menjadi Rp 1.060. Kenaikan juga melanda saham PT Nusa Raya Cipta Tbk (NRCA) sebanyak 23,86% menjadi Rp 940.
Kenaikan ikut dicatatkan saham POLU sebanyak 19,57% menjadi Rp 12.375 dan FITT sebanyak 19,57% menjadi Rp 550. Sebaliknya penurunan dalam melanda saham WOWS sebanyak 14,29% menjadi Rp 90, MSKY 13,89% menjadi Rp 93, WIIM mencapai 12,43% menjadi Rp 810, MMIX melemah 12% menjadi Rp 308, dan TMPO turun 11,86% menjadi Rp 171.
IHSG kemarin ditutup anjlok sebanyak 100,5 poin (1,28%) menjadi 7.766,85. Penurunan terjadi setelah Presiden Prabowo Subianto melakukan reshuffle kabinet, salah satunya Sri Mulyani Indrawati diganti dari posisinya sebagai menteri keungan oleh Purbaya Yudhi Sadewa. Presiden juga mengganti posisi Menteri Koperasi dan Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI)/Kepala BP2MI.
Baca Juga
Menkeu Purbaya Ajak Jajaran Kemenkeu Pahami Tantangan Ekonomi Global
Pemodal asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 525,95 miliar dengan penyumbang utama BBCA Rp 1,24 triliun, BMRI Rp 347,21 miliar, dan ADRO Rp 121,79 miliar. Penurunan dipicu atas kejatuhan saham sektor konsumer primer 2,48%, sektor keuangan 2,30%, dan infrastruktur 2,07%.
Di tengah pelemahan tersebut, sejumlah saham berikut torehkan kenaikan hingga auto reject atas (ARA), yaitu LION naik 25% menjadi Rp 440, TALF naik 25% menjadi Rp 430, FITT naik 25% menjadi Rp 460, CBRE melesat 24,86% menjadi Rp 452, dan POLU naik 20% menjadi Rp 10.350.

