Bitcoin Bangkit ke Level US$ 111.000, Bisa Sampai US$ 116.000?
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Bitcoin (BTC) kembali bangkit dan diperdagangkan di atas level US$ 111.000 pada Selasa (3/9/2025), setelah sempat tertekan dan turun di bawah US$ 108.000. Pemulihan ini didukung oleh aksi beli masif dari investor institusi, yang memanfaatkan harga diskon selama liburan panjang.
Dua perusahaan investasi, Strategy dan Metaplanet, secara kolektif mengakuisisi lebih dari 5.000 BTC senilai sekitar US$ 562 juta. Menurut Financial Expert Ajaib, Panji Yudha, langkah ini menunjukkan kepercayaan kuat dari investor besar terhadap potensi jangka panjang Bitcoin dan berhasil memulihkan sentimen pasar.
“Saat ini, Bitcoin tengah menunjukkan breakout dari momentum downtrend. Jika BTC berhasil ditutup di atas level US$ 112.000, maka ada potensi untuk melanjutkan kenaikan menuju MA-50 dan resistance US$ 116.000,” jelas Panji dalam risetnya Rabu (3/9/2025).
Secara historis, bulan September dikenal sebagai bulan yang berat bagi Bitcoin. Data dari Coinglass menunjukkan. rata-rata kinerja bulanan BTC pada September adalah penurunan 3,77%.
Baca Juga
Strategi Bitcoin Kini Tak Lagi Jadi Mesin Penggerak Saham Korporasi
Alhasil, berbagai data makroekonomi AS yang akan dirilis pekan ini, termasuk laporan ketenagakerjaan, akan menguji pasar, apakah pola ‘September bear’ akan terulang atau justru terpatahkan di 2025.
Secara optimistis, Panji melihat bahwa tren kenaikan harga kripto didukung oleh sentimen dari pasar yang lebih luas.
“Pulihnya indeks saham teknologi setelah sempat tertekan, serta data ISM (institute for supply management) Manufaktur yang menunjukkan kontraksi, dapat memicu harapan akan kebijakan moneter yang lebih longgar,” jelasnya.
Sementara, laporan ketenagakerjaan AS yang akan datang, dipercaya akan menjadi perhatian utama. Data yang melemah bisa mendorong The Fed untuk memangkas suku bunga dan akan menjadi katalis positif bagi pasar kripto.
Di sisi lain, jaringan Bitcoin mencatat rekor baru pada Agustus 2025, dengan hashrate rata-rata mencapai 949 exahash per detik (EH/s). Menurut JPMorgan, lonjakan ini mencerminkan kompetisi dan tingkat kesulitan penambangan yang terus meningkat.
Baca Juga
Adu Strategi Kripto: Peter Thiel “Diversifikasi”, Michael Saylor “All-In” Bitcoin
Hari ini, Panji pun memprediksi bahwa Bitcoin berpotensi bergerak di sekitar US$ 110.000 - US$ 116.000. Sedangkan Ethereum berpotensi bergerak di sekitar US$ 4.100 - US$ 4.500.
Dalam 24 jam terakhir, BTC naik 2,13% ke level US$ 111.325 atau Rp 1,83 miliar. Namun merujuk data coinmarketcap.com per pukul 11:27 WIB, BTC diperdagangkan pada harga US$ 111.061.
“Dominasi pasar BTC (BTC.D) kini berada di level 58.68%, sementara total kapitalisasi pasar aset kripto juga menguat 1,7% menjadi US$ 3,78 triliun,” pungkas Panji.

