BEI Suspensi 4 Saham, Sebaliknya MPRO, PBSA, dan PIPA Dibuka Kembali
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan perdagangan (suspensi) empat saham mulai sesi I, Rabu (3/9/2025), dipicu lompatan harga dalam beberapa hari terakhir. Sebaliknya transaksi tiga saham resmi dibuka kembali (unsuspensi) mulai sesi I, hari ini.
Empat saham yang mengalami suspensi, yaitu saham PT Ginting Jaya Energi Tbk (WOWS), PT Shield On Service Tbk (SOSS), PT Tempo Intimedia Tbk (TMPO), dan PT Gaya Abadi Sempurna Tbk (SLIS). Sedangkan tiga saham unsuspensi PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO), PT Paramita Bangun Sarana Tbk (PBSA), dan PT Multi Makmur Lemindo Tbk (PIPA).
Baca Juga
Gelontorkan Dana Rp 16,12 Triliun, PIK2 (PANI) bakal Tambah Saham CBDK Jadi 90%
Penghentian sementara empat saham dipicu atas kenaikan pesat dalam beberapa hari terakhir. Berdasarkan data BEI, saham WOWS telah melesat lebih dari 152% menjadi Rp 144 dalam sebulan terakhir, saham TMPO melambung lebih adri 75% menjadi Rp 268 dalam sebulan terakhir.
Begitu juga dengan saham SOSS telah melambung lebih dari 136% menjadi Rp 1.015 dalam sebulan terakhir. Suspensi saham SOSS ini merupakan yang kedua dalam sepekan terakhir. Saham SLIS melesat lebih dari 110% menjadi 105 Rp dalam sebulan terakhir.
Baca Juga
Erajaya (ERAA) Genjot Profitabilitas melalui Diversifikasi, Bagaimana Dampak ke Sahamnya?
Sedangkan saham MPRO, PBSA, dan PIPA dibuka kembali hari ini setelah kemarin terkena suspense dipicu atas lompatan harga saham. Berdasarkan data, saham PBSA lebih dari 127% menjadi Rp 895 dalam sebulan terakhir. Saham PIPA melesat lebih dari 143% menjadi Rp 173 dalam sebulan terakhir. Begitu juga dengan saham MPRO melambung lebih adri 66% menjadi Rp 4.540 dalam sebulan terakhir.
Terkait indeks harga saham gabungan (IHSG) BEI, Rabu (3/9/2025), diprediksi lanjutkan penguatan menuju resistance terdekat 7.885. Peluang penguatan tersebut juga didukung stabilitas politik dan perbaikan data ekonomi. Adapun saham pilihan hari ini adalah BRMS, NCKL, dan ARCI.
Grafik 7 Saham

