Agresif Tambah Kepemilikan di AADI dan MDKA, Saham Saratoga (SRTG) Menarik!
JAKARTA, investortrust.id – Berlanjutnya ekspansi PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) akan membuat harga saham emiten ini tetap menarik ke depan. Apalagi aksi agresif perseroan dalam menambah portofolio saham di sejumlah emiten saat harga tengah mengalami penurunan.
Sedangkan penguatan dalam jangka panjang didukung fokus investasi Saratoga (SRTG) pada hilirisasi logam, ekosistem kendaraan listrik (EV), layanan kesehatan, digitalisasi, dan transisi menuju energi hijau akan menempatkan perusahaan untuk meraih keuntungan ke depan.
Hal ini mendorong Sucor Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham SRTG dengan target harga Rp 2.500. Target harga ini didasarkan metode valuasi berbasis NAV dan mempertimbangkan sejumlah focus ekspansi ke depan.
Baca Juga
Saratoga (SRTG) Tambah Saham Adaro Andalan (AADI), Langsung Cuan Puluhan Miliar
Analis Sucor Sekuritas Paulus Jimmy mengatakan, dari hasil diskusi dengan perseroan, Saratoga (SRTG) tengah memfokuskan penguatan bisnis rumah sakit Brawijaya dengan target ekspansi 1-2 rumah sakit baru setiap tahun menambahkan 5 rumah sakit dan 2 klinik yang sudah beroperasi. Cabang baru yang tengah digarap adalah Pembangunan rumah sakit Brawijaya di Taman Mini dengan kapasitas 100-150 tempat tidur diperkirakan beroperasi tahun ini.
Selain itu, perseroan melalui BDIA telah membentuk perusahaan patungan bersama Digital Realty, bernama Digital Realty Bersama, untuk mengelola dan memperluas operasi pusat data di seluruh Indonesia. Perseroan melalui MGM Logistics mencatatkan perbaikan kinerja dengan EBITDA positif.
Dari sisi investasi saham, dia mengatakan, SRTG kembali menegaskan komitmennya terhadap investasi tahunan sebesar US$100–150 juta. Dana ini kemungkinan digunakan untuk peningkatan kepemilikan saham, seperti AADI dan MDKA.
Baca Juga
Saratoga (SRTG) Membalik Rugi Jadi Laba Rp 3,29 Triliun pada 2024
SRTG telah menambah kepemilikan langsungnya di AADI menjadi 4,38% pada April 2025, naik 0,92% dari periode sama tahun sebelumnya. Sementara kepemilikan tidak langsungnya tetap di angka 13,2%. SRTG juga meningkatkan kepemilikannya di MDKA sebesar 0,5% menjadi 20,08% pada akhir kuartal I-2025.
Sumber:Sucor Sekuritas
“Peningkatan kepemilikan ini menunjukkan keyakinan SRTG terhadap kedua bisnis tersebut, terutama penurunan harga dua saham tersebut baru-baru ini menawarkan peluang investasi yang menarik,” tulisnya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, kemarin.
Terkait pendapatan dividen, Paulus menilai, diprediksi turun dengan pendapatan dividen sebesar Rp 2,2 triliun pada 2025 dan Rp 1,8 triliun pada 2026, terutama dari entitas investasi yang menghasilkan arus kas, seperti AADI dan MPMX. “Kami telah menurunkan proyeksi pendapatan dividen dari ADRO, mencerminkan kebutuhan modal yang besar untuk mendanai proyek-proyek hijau yang akan datang,” terangnya.
Baca Juga
Sentimen Inflasi dan Saham Teknologi Dongkrak Wall Street, Saham Oracle Melonjak 13%
Meski demikian, dia mengatakan, SRTG diperkirakan mendapat manfaat dari biaya pinjaman yang lebih murah dan neraca keuangan yang sehat, sehingga perusahaan dalam posisi yang baik untuk menambah investasinya. Hal ini didukung proyeksi berlanjutnya penurunan suku bunga 2025 dan 2026.
Saratoga (SRTG) memiliki investasi di berbagai saham perusahaan yang sudah tercatat di BEI maupun perusahaan non-listed dengan total nilai aset bersih (NAV) Rp 85 triliun, seperti sebanyak 15,2% saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO), 13,2% saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), 18,8% saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), 31,6% saham PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG).
SRTG juga bertindak sebagai pemegang 10% saham PT Aneka Gas Industri Tbk (AGII), pemegagn 11,2% saham Sihayo Gold Ltd, 10,9% saham Interra Resources Ltd, 7% saham PT Nusa Raya Cipta Tbk (NRCA), dan 56,7% saham PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX).

