Net Sell Melonjak Rp 2,15 Triliun, Investor Asing Buang Saham BBCA
JAKARTA, investortrust.id – Investor asing membukukan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 2,15 triliun hari ini, seiring dengan penurunan signifikan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (1/9/2025), sebanyak 94,42 poin (1,21%) menjadi 7.736,07 dengan nilai transaksi Rp 20,44 triliun.
Penyumbang utama net sell saham datang dari PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 1,60 triliun, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 734,97 miliar, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 110,22 miliar, PT Solusi Sinergi Digital TbK (WIFI) Rp 78,01 miliar, dan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 69,52 miliar.
Baca Juga
JISDOR Tunjukkan Rupiah Ditutup Melemah Tipis Perdagangan Senin 1 September 2025
Sebaliknya lima saham dengan torehan pembelian bersih (net buy) terbanyak, yaitu saham PT Aneka Tambang TbK (ANTM) Rp 261,18 miliar, PT Astra International Tbk (ASII) Rp 58,10 miliar, PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) Rp 53,67 miliar, PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) Rp 36,72 miliar, dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) Rp 32,31 miliar.
Terkait koreksi IHSG hari ini dipicu atas penurunan mayoritas sektor saham, seperti saham sektor teknologi 2,16%, sektor transportasi 2,19%, sektor infrastruktur 1,98%, sektor konsumer primer 1,34%, sektor energi 1,32%, sektor keuangan 1,62%, dan sektor konsumer non primer 0,63%. Sebaliknya penguatan melanda saham sektor industri 1,58% dan sektor kesehatan 0,64%.
Meski IHSG anjlok, enam saham ini mencatatkan penguatan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham PT Tempo Intimedia Tbk (TMPO) naik 34,57% menjadi Rp 218, PT Gaya Abadi Sempurna Tbk (SLIS) naik 34,38% menjadi Rp 86, dan PT Ginting Jaya Energi Tbk (WOWS) melesat 34,07% menjadi Rp 122.
ARA juga melanda saham PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) naik 25% menjadi Rp 3.850, PT Sona Topas Tourism Industry Tbk (SONA) naik 24,87% menjadi Rp 4.720, dan PT Shield On Service Tbk (SOSS) naik 24,43% menjadi Rp 815. Sebaliknya saham dengan penurunan paling dalam hari ini, yaitu saham GPSO turun 14,86% menjadi Rp 252, VOKS melemah 12,10% menjadi Rp 276, BSBK turun 12,05% menjadi Rp 73, TALF melemah 11,63% menjadi Rp 380, UANG turun 9,92% menjadi Rp 590, dan AREA turun 9,91% menjadi Rp 500.
Baca Juga
Wapres Gibran Terima Perwakilan Pengemudi Ojol di Istana, Bahas Hal Ini!
Akhir pekan lalu, IHSG ditutup melemah sebanyak 121,6 poin (1,53%) menjadi 7.830. Rentang pergerakan 7.765-7.952 dengan nilai transaksi Rp 20,46 triliun. Pelemahan menipis, dibandingkan akhir sesi I dengan penurunan 180,81 poin (2,27%) menjadi 7.771,28. Pelemahan dipicu atas kejatuhan sejumlah sektor saham, seperti saham sektor konsumer primer 3,06%, sektor teknologi turun 2,25%, sektor infrastruktur 2,27%, sektor properti 2,16%, sektor keuangan 1,45%, sektor material dasar 1,58%, dan sektor energi 1,42%. Sebaliknya kenaikan melanda saham sektor industri 0,74%.
Meski IHSG melemah, sejumlah saham berikut catatkan kenaikan sampai auto reject atas (ARA), seperti saham PIPA naik 34,21% menjadi Rp 153, BMAS naik 25% menjadi Rp 825, VOKS naik 24,60% menjadi Rp 314, PGUN naik 24,70% menjadi Rp 3.080, dan KONI naik 24,62% menjadi Rp 2.430.
Lompatan juga melanda saham KETR naik 23,53% menjadi Rp 630, DUTI naik 22,22% menjadi Rp 4.180, GSMF menguat 16,04% menjadi Rp 123. Sebaliknya pelemahan paling dalam melanda saham TIRA sebanyak 14,76% menjadi Rp 1.675, ADCP melemah 12,70% menjadi Rp 55, BSBK turun 12,63% menjadi Rp 83, WOWS naik 12,63% menjadi Rp 91, MSIN melemah 12,21% menjadi Rp 496, dan SULI melemah 11,11% menjadi Rp 96.

