Dharma Polimetal (DRMA) Pasang PLTS Berkapasitas 4,85 MWp
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) mempertegas komitmennya dalam mendukung target net zero carbon. Langkah ini diwujudkan melalui pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) dengan pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di berbagai fasilitas perusahaan.
Emiten manufaktur komponen otomotif itu, resmi mengumumkan pengoperasian PLTS dengan total kapasitas terpasang mencapai 4.850 kilowatt peak (kWp) di berbagai fasilitas produksinya.
Baca Juga
Semester I-2025, Laba Bersih Dharma Polimetal (DRMA) Tumbuh 1,4%
Dari total kapasitas tersebut, 4.662 kWp menggunakan sistem off-grid dan 188 kWp on-grid, yang dipasang di sejumlah pabrik utama perusahaan. Dengan beroperasinya PLTS ini, Dharma Polimetal mampu menghasilkan listrik sekitar 7,88 gigawatt (GW) per tahun atau setara 20% dari total konsumsi listrik di seluruh pabrik dan kantor perseroan.
“Pemasangan PLTS ini adalah bukti nyata komitmen kami terhadap operasional yang ramah lingkungan dan efisiensi energi. Kami percaya, transformasi menuju energi bersih bukan hanya tanggung jawab moral, tetapi juga strategi bisnis yang berkelanjutan untuk menjaga daya saing di industri otomotif,” kata Presiden Direktur Dharma Polimetal Irianto Santoso, Senin (1/9/2025).
Sebagai bagian dari strategi keberlanjutan, manajemen menargetkan pemanfaatan maksimal seluruh area atap pabrik untuk instalasi PLTS. Penerapannya mempertimbangkan sejumlah faktor teknis, seperti kekuatan struktur atap, potensi hambatan fisik, dan tingkat paparan sinar matahari yang optimal.
Baca Juga
Hadirkan Inovasi EV di GIIAS 2025, Dharma Polimetal (DRMA) Genjot Ekosistem Kendaraan Listrik
Penggunaan PLTS dipercaya memberikan dampak positif yang signifikan bagi lingkungan. Setiap tahunnya, implementasi ini diproyeksi mampu menekan emisi karbon hingga 6.135 ton CO₂, setara dengan kemampuan serapan 292.131 pohon.
“Inisiatif ini menjadi wujud komitmen kami dalam mendukung target nasional pengurangan emisi gas rumah kaca, sekaligus berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs),” sambung Irianto.
Capaian itu turut menegaskan langkah perusahaan yang mengikuti arah industri menuju dekarbonisasi dan efisiensi energia. Aksi tersebut sekaligus memperkuat komitmen perusahaan dalam menerapkan prinsip keberlanjutan (environmental, social, and governance/ESG) di seluruh lini operasional.
Baca Juga
Emas Antam Turun Tipis ke Rp 1,978 Juta, Investor Waspada Spekulasi Suku Bunga
Hingga 2026, perusahaan menargetkan tambahan sekitar 1 MWp, dengan rencana peningkatan bertahap hingga mencapai kapasitas optimal yang tersedia.
“Dengan inisiatif energi terbarukan yang dijalankan, kami optimistis dapat berkontribusi terhadap terciptanya masa depan industri yang lebih hijau dan berkelanjutan di Indonesia,” tutup Irianto.

