Hadirkan Inovasi EV di GIIAS 2025, Dharma Polimetal (DRMA) Genjot Ekosistem Kendaraan Listrik
JAKARTA, investortrust.id – PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA), emiten manufaktur komponen otomotif, memperkuat posisinya sebagai pemain utama dalam transisi menuju ekosistem kendaraan listrik (EV) nasional. Melalui berbagai inovasi dan unit bisnis baru, DRMA berkomitmen membangun ekosistem EV yang terintegrasi dan berkelanjutan di Indonesia.
Presiden Direktur DRMA, Irianto Santoso, menyampaikan bahwa perusahaan terus mendorong transformasi hijau dengan menghadirkan solusi teknologi terbarukan berbasis inovasi lokal. Hal ini disampaikannya dalam Media Briefing “ReCharge & Convert” di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025 di ICE BSD City, Tangerang, Kamis (24/7/2025).
Baca Juga
Sekuritas Ini Ungkap Potensi Penguatan Saham Dharma Polimetal (DRMA) 49%, Ini Dasar Perhitungannya
“Langkah kami memperkuat posisi di sektor kendaraan listrik merupakan wujud nyata kontribusi DRMA dalam mendukung target emisi karbon pemerintah dan menciptakan industri otomotif yang lebih ramah lingkungan,” ujar Irianto.
Salah satu langkah strategis DRMA adalah peluncuran unit usaha Dharma Connect (DC), yang berperan sebagai ekosistem kolaboratif kendaraan listrik. DC menjadi lima segmen utama, yaitu DC Battery mencakup battery pack, battery energy storage system, dan auxiliary battery. DC Power meliputi infrastruktur slow & fast charging station. DC Motor pengembangan motor listrik BLDC Hub dan Mid Drive Motor. DC Solar solusi energi berbasis panel surya. DC Cross layanan konversi kendaraan 2W dan 4W dari mesin bensin ke motor listrik.
Inovasi Aki Lithium
Di GIIAS 2025, DRMA memperkenalkan produk DC Battery Lithium 12V, aki lithium hasil inovasi anak bangsa yang memiliki desain ringan, modern, dan efisien. Tersedia dalam varian 12V 6Ah dan 12V 3.5Ah, aki ini diklaim lebih tahan lama dan aman dibandingkan aki konvensional.
Selain itu, DRMA menampilkan solusi konversi motor bensin ke listrik, sebagai bagian dari strategi elektrifikasi nasional. Solusi ini dinilai lebih terjangkau dan ramah lingkungan, serta membuka peluang besar di pasar kendaraan roda dua dalam negeri.
Baca Juga
Dharma Polimetal (DRMA) Bidik Pertumbuhan Penjualan 10% Tahun 2025, Diversifikan Ini Jadi Penopang
“DRMA bertekad menjadi pemain kunci dalam rantai pasok industri kendaraan listrik nasional. Melalui partisipasi di GIIAS 2025, kami ingin membangun kolaborasi lintas sektor dan memperkuat adopsi teknologi ramah lingkungan,” ujar Irianto.
DRMA menekankan bahwa strategi inovasi dan investasi hijau ini tidak hanya untuk mengejar tren industri, tetapi juga untuk menciptakan nilai tambah berkelanjutan bagi pemegang saham dan masyarakat. Perusahaan juga aktif memperhatikan aspek tata kelola dan keberlanjutan (ESG) dalam setiap langkah bisnisnya.

