OJK : Stabilitas Pasar Modal Butuh Rasionalitas Investor, Bukan Rumor
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan para investor agar bersikap rasional dalam menghadapi gejolak pasar di tengah melemahnya indeks harga saham gabungan (IHSG) pada awal pekan ini.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi mengatakan dukungan pemerintah sangat membantu menjaga stabilitas perdagangan, ia mengapresiasi peran Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang dinilai konsisten mendukung pasar modal.
“Dukungan pemerintah sangat luar biasa dalam menjaga perdagangan tetap teratur, wajar, dan efisien. Dampaknya pun cukup positif,” kata Inarno saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta, Senin (1/9/2025).
Baca Juga
OJK dan Kemenhut Perkuat Sinergi Sektor Jasa Keuangan dan Kehutanan
Ia juga mengingatkan investor untuk tidak mengambil keputusan berdasarkan rumor, melainkan merujuk pada data dan fakta yang jelas.
“Saya juga menghimbau kepada para investor, agar supaya memang betul-betul bijak dalam berinvestasi tidak berdasarkan rumor, memang fakta. Nah, itu yang penting dalam kondisi saat ini. Tetap percaya diri bahwa kita akan maju ke depan,” terang dia.
Baca Juga
IHSG Dibuka Sempat Anjlok 3,6% ke 7.547, Sebaliknya Saham TMPO dan PGUN Melesat
Di sisi lain, Bursa Efek Indonesia (BEI) memastikan perdagangan tetap berjalan normal meski indeks mengalami tekanan. Pada pembukaan Senin (1/9/2025), IHSG sempat anjlol 283 poin atau 3,6% ke level 7.547. Hingga pukul 09.05 WIB, indeks masih melemah 215 poin (2,77%) ke posisi 7.617 dengan rentang pergerakan 7.547-7.830.
Menurut sejumlah analis, pelemahan IHSG dipengaruhi sentimen domestik dan global. Meski demikian, otoritas pasar modal menilai disiplin investor dalam berpegang pada fundamental akan menjadi kunci untukmenjaga stabilitas jangka panjang.

