Bagikan

Ethereum Melonjak ke Rekor Tertinggi Baru, Analis Ingatkan Ada Risiko di Bulan September

Poin Penting

ETH tembus level US$ 4.950 (Rp 80,35 juta), didorong sinyal dovish The Fed
BTC sempat jatuh ke US$ 110.779, jauh di bawah rekor sebelumnya US$ 124.496 pada 13 Agustus.
Optimisme didukung akumulasi whale, open interest futures rekor US$ 35,5 miliar

JAKARTA, investortrust.id - Harga Ethereum (ETH) mencetak rekor tertinggi sepanjang masa alias all time high (ATH) setelah Ketua The Fed Jerome Powell memberi isyarat terkait pemotongan suku bunga acuan akhir pekan lalu. Rekor ini sekaligus memecahkan rekor tertinggi sebelumnya US$ 4.891 yang tercatat pada November 2021.

Berdasarkan data Coinmarketcap, harga kripto Ethereum atau ETH sempat menyentuh US$ 4.950 pada Senin (25/8/2025) dini hari atau setara Rp 80,35 juta dengan asumsi kurs Rp 16.233 per dollar AS.

Di sisi lain, harga Bitcoin (BTC) justru melemah. Mata uang kripto terbesar dunia itu sempat jatuh ke US$ 110.779 level terendah sejak 10 Juli. Terakhir, Bitcoin diperdagangkan di kisaran US$ 113.000. Padahal pada 13 Agustus, Bitcoin sempat mencatat rekor baru di US$ 124.496.

Baca Juga

Kapitalisasi Pasar 'Stablecoin' Ethereum Capai Rekor Tertinggi

Analis Tokocrypto Fyqieh Fachrur menuturkan, Ethereum benar-benar sedang mencuri perhatian setelah mencetak ATH terbaru di kisaran US$ 4.945 pada tanggal 24 Agustus 2025, dengan market cap hampir menyentuh US$ 600 miliar. Lonjakan ini terjadi setelah sebelumnya ada gelombang pembelian besar dari institusi, munculnya ETF Ethereum yang menarik dana besar, dan meningkatnya optimisme investor karena fungsi Ethereum sebagai platform smart contract yang lebih kompleks daripada Bitcoin.

"Pemicu utama momentum ini adalah sinyal pelonggaran kebijakan moneter dari The Fed, terutama komentar dovish Ketua Fed, Jerome Powell di simposium Jackson Hole yang memicu spekulasi akan adanya penurunan suku bunga pada bulan September. Hal ini mendorong reli kuat di pasar kripto, termasuk Ethereum yang melonjak hingga 14 % dalam waktu singkat," ujarnya kepada Investortrust, Senin (25/8/2025).

Baca Juga

Standard Chartered Naikkan Proyeksi Harga Ethereum Akhir Tahun Jadi US$ 7.500

Fyqieh menambahkan, dana institusional dan ETF menjadi pendorong utama, termasuk perusahaan seperti BlackRock, Fidelity, dan lainnya yang mulai membeli ETH dalam jumlah besar. Ada juga dorongan dari regulasi pro kripto seperti Genius Act yang menyokong ekosistem stablecoin dan tokenization di atas Ethereum. Whale dan treasuries digital secara aktif mengakumulasi ETH, misalnya beli 550.000 ETH ketika harga menyentuh US$ 4.100, menarik tekanan jual dari investor kecil. Open interest di pasar futures ETH juga naik ke rekor tertinggi, yakni di atas US$ 35,5 miliar, menunjukkan spekulasi dan minat pasar derivatif yang kuat.

Namun, ia mengingatkan ada sisi yang lebih berhati-hati. Data historis menunjukkan bahwa bulan September sering kali menjadi bulan terlemah bagi ETH, sejak 2016, rata-rata performa September mencatat penurunan sekitar -6,4%. Meski begitu, beberapa analis tetap optimis. Beberapa analis teknikal melihat peluang terus bullish dengan target jangka pendek antara US$ 5.000 – US$ 5.200, terutama jika breakout saat ini ditopang momentum altcoin season. Bahkan, Standard Chartered menaikkan target ETH hingga US$ 7.500 akhir tahun ini.

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024