Siap-siap, Produk Furnitur Akan Jadi Sasaran Tarif Trump
Poin Penting
- Trump umumkan investigasi furnitur impor, tarif diperkirakan keluar dalam 50 hari.
- Saham Wayfair, RH, Williams-Sonoma anjlok pasca pengumuman.
- La-Z-Boy dengan basis produksi di AS justru mencatat kenaikan saham.
- Tarif baru dinilai menambah tekanan bagi industri furnitur AS yang tengah lesu.
WASHINGTON, investortrust.id - Pemerintahan Trump telah meluncurkan penyelidikan terhadap furnitur impor. Ini membuka jalan bagi tarif baru atas berbagai produk.
Baca Juga
“Dalam 50 hari ke depan, penyelidikan itu akan selesai, dan furnitur yang masuk dari negara lain ke Amerika Serikat akan dikenai tarif dengan besaran yang masih akan ditentukan,” tulis Presiden Donald Trump di platform Truth Social miliknya. Hal ini, menurut dia, akan membawa kembali bisnis furnitur ke North Carolina, South Carolina, Michigan, dan negara bagian di seluruh AS.
Setelah unggahan Trump, seperti dikutip CNBC, saham perusahaan furnitur dan perlengkapan rumah terkemuka, termasuk Wayfair, RH, dan Williams-Sonoma, anjlok dalam perdagangan setelah jam bursa, Jumat (22/8/2025).
Wayfair banyak mengimpor furniturnya. RH, sebelumnya dikenal sebagai Restoration Hardware, dan Williams-Sonoma telah berupaya mendiversifikasi rantai pasokan mereka.
Tarif baru dapat meningkatkan biaya bagi banyak merek furnitur besar ini. Namun tidak bagi semuanya. Saham La-Z-Boy, yang sebagian besar produksinya berada di AS, justru naik setelah kabar rencana tarif Trump.
Trump sebelumnya sudah memberlakukan tarif tinggi pada mobil, baja, dan aluminium, serta mengisyaratkan pungutan serupa bagi tembaga impor, farmasi, dan semikonduktor.
Belum jelas apakah tarif sektoral baru atas furnitur akan diterapkan di atas tarif khusus negara tertentu.
Baca Juga
Diam-diam, AS Perluas Tarif 50% Baja dan Aluminium ke 407 Jenis Produk
Pemerintahan Trump telah menghabiskan waktu berbulan-bulan menggelar negosiasi bilateral dengan mitra dagang AS dalam upaya mengatur ulang keseimbangan perdagangan global. Kesepakatan kerangka terbaru dengan Uni Eropa dan Tiongkok telah membantu meredakan pasar, namun masih menyisakan banyak persoalan jangka panjang yang belum terselesaikan.
Tarif baru apa pun akan hadir di saat sulit bagi industri furnitur AS, yang menghadapi berbagai tantangan.
Perusahaan seperti Wayfair telah melihat permintaan menurun selama lebih dari setahun untuk produk seperti sofa baru dan set meja makan, penurunan yang sebagian disebabkan oleh pasar perumahan yang melambat karena pembeli menunggu suku bunga turun.
Dengan lebih sedikit rumah baru yang dibeli, konsumen memiliki lebih sedikit alasan untuk membeli furnitur baru.
Ditambah lagi, dengan inflasi yang membandel, mereka menjadi lebih selektif dalam membelanjakan pendapatan diskresioner mereka. Restoran, pakaian baru, perjalanan, dan dekorasi rumah semuanya ikut terdampak.

