Dari Minyak Mentah ke Kripto: USCF Rencanakan “ETF Minyak Plus Bitcoin” dengan Eksposur 2X
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - United States Commodity Funds (USCF) mengajukan permohonan ke U.S Securities and Exchange Commission (SEC) untuk meluncurkan produk baru bertajuk ‘Oil Plus Bitcoin ETF’. Produk ini dirancang untuk memberikan investor paparan penuh terhadap dua aset berbeda sekaligus, yaitu minyak mentah dan Bitcoin, dalam satu instrumen bursa.
Melansir CryptoNewsFlash, Selasa (19/8/2025), USCF menjelaskan bahwa struktur dana yang diperdagangkan di bursa atau exchange traded fund (ETF) ini akan mengalokasikan 100% pada kontrak berjangka minyak mentah dan 100% pada investasi berbasis Bitcoin, sehingga menghasilkan dua kali eksposur.
Komponen minyak akan dikelola melalui kontrak berjangka (futures) yang mencerminkan kinerja pasar minyak global, baik di AS maupun internasional. Sementara itu, alokasi Bitcoin akan berbentuk futures yang diselesaikan tunai, termasuk mikro-futures di bursa AS maupun internasional, serta saham ETP (exchange traded products) Bitcoin yang terdaftar di pasar AS.
Baca Juga
Untuk mendukung strategi tersebut, USCF akan menggunakan anak usaha khusus di Kepulauan Cayman, yakni USCF Cayman Commodity 10. Namun, kepemilikan aset pada anak usaha ini dibatasi maksimal 25% pada setiap kuartal guna tetap sesuai dengan peraturan pajak AS untuk perusahaan investasi terdaftar.
Analis ETF senior Bloomberg Eric Balchunas menyebut, produk ini sebagai “ETF 2X yang dibagi antara dua aset,” dan membandingkannya dengan model return-stucked ETF yang menggabungkan pasar berbeda dalam satu instrumen.
Baca Juga
Robert Kiyosaki Peringatkan Risiko 401(k), Dorong Bitcoin sebagai Aset Lindung Nilai
USCF menekankan bahwa produk ini membawa risiko dari kedua pasar. Harga minyak sangat dipengaruhi faktor geopolitik, kebijakan energi, serta dinamika pasokan-permintaan global, di sisi lain, pergerakan Bitcoin kerap ditentukan sentimen pasar, regulasi, serta tren adopsi kripto.
Selain itu, struktur paparan ganda (2X) berarti potensi keuntungan maupun kerugian akan teramplifikasi. Dampak compounding harian juga bisa membuat hasil jangka panjang berbeda dengan ekspektasi investor.

