Cegah Penipuan, AS Perketat Penggunaan ATM Kripto
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Automatic teller machine (ATM) kripto atau crypto kiosk kini menghadapi tekanan semakin besar dari regulator Amerika Serikat (AS). Awalnya dianggap sebagai indikator adopsi aset digital, layanan ini justru dituding rawan disalahgunakan untuk tindak penipuan dan kejahatan keuangan.
Berdasarkan data The Federal Bureau of Investigation (FBI), sepanjang 2024 terdapat hampir 11.000 laporan kasus penipuan terkait kripto ATM dengan total kerugian mencapai lebih dari US$ 246 juta dolar. Sebagian besar korban adalah warga lanjut usia (lansia) yang menjadi target utama sindikat kejahatan.
Melansir CoinTelegraph, Senin (18/8/2025), beberapa kota di AS bahkan memilih untuk melarang sepenuhnya keberadaan dari mesin ini.
-
Stillwater, Minnesota, melarang kripto ATM pada Mei lalu setelah seorang lansia kehilangan lebih dari US$ 5.000 akibat penipuan. Polisi setempat mencatat 31 kasus serupa sejak 2023, dengan kerugian mencapai US$ 29.000.
-
Spokane, Washington, juga menutup seluruh kripto ATM per 17 Juni karena maraknya laporan penipuan.
-
Grosse Pointe Farms, Michigan, memberlakukan pembatasan transaksi meski belum memiliki kripto ATM, sebagai langkah pencegahan.
Baca Juga
Gelombang regulasi juga terjadi di tingkat negara bagian. Sejumlah negara bagian seperti Arizona, Arkansas, Colorado, lowa, Maine, Maryland, Minnesota, Nebraska, North Dakota, Oklahoma, Rhode Island, Vermont, hingga Wisconsin sudah mengesahkan aturan baru dengan pola serupa.
Antara lain, batas transaksi harian untuk pengguna baru (umumnya US$ 1.000 hingga US$ 2.000 dolar), kewajiban refund jika terjadi penipuan, pembatasan biaya transaksi (antara 3% hingga maksimal 18%), registrasi operator dan kewajiban identifikasi pengguna (KYC), serta peringatan wajib ditampilkan di mesin agar masyarakat sadar risiko penipuan.
Di lowa, Jaksa Agung Brenna Bird bahkan menggugat dua operator besar, Bitcoin Depot dan CoinFlip, karena dianggap mendapat keuntungan dari penipuan yang menjerat warga lansia.
Baca Juga
Dekati Rekor Tertinggi, Instalasi ATM Kripto Meningkat 17,8% Capai 38.279
Lonjakan regulasi ini membuat bisnis kripto ATM terancam stagnan. Biaya lisensi, kewajiban identifikasi, serta pembatasan komisi dinilai bisa menggerus profitabilitas operator.
Di Washington, parlemen tengah membahas rancangan undang-undang untuk memperluas regulasi ini ke level nasional. Jika disahkan, aturan tersebut berpotensi menyatukan berbagai ketentuan yang sudah berlaku di sejumlah negara bagian.
Kelompok advokasi lansia seperti AARP Fraud Watch Network menyambut baik langkah ini, menyebut kripto ATM sebagai “sarana favorit scammer” untuk menguras tabungan masyarakat.

