Akhir Kuartal I 2026, Harga Bitcoin Lesu dan Jumlah Jaringan ATM Kripto Global Menciut
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Harga Bitcoin (BTC) mengalami kuartal pertama yang menantang dan apa yang tampak seperti kemajuan regulasi yang menjanjikan kini terhambat oleh berbagai rintangan. Pada penghujung kuartal I, Selasa (31/3/2026) harga Bitcoin menilik data Coinmarketcap pukul 07.55 WIB tengah terpantau berada di kisaran US$ 67.000 naik 1,37% dalam sehari, namun turun 5,19% dalam sepekan.
Awal tahun ini diawali dengan harapan bahwa Clarity Act, RUU yang akan menciptakan kerangka kerja luas untuk mengatur aset digital, akan disahkan pada tahun 2026, yang menurut para ahli akan membantu membalikkan penurunan kripto yang dimulai akhir tahun lalu. Kini tampaknya kripto mungkin telah melebih-lebihkan pengaruhnya di Washington, dengan peluang RUU tersebut disahkan baru-baru ini berada pada level 50% dari sebelumnya di atas 80% pada bulan Februari, menurut data Polymarket.
Jika harga Bitcoin menjadi barometer untuk kripto secara keseluruhan, maka kinerjanya tidak begitu baik meskipun ada tanda-tanda penguatan selama konflik Iran. Koin ini telah memperpanjang penurunannya setelah memasuki pasar bearish pada akhir tahun lalu dan telah terpotong hampir setengahnya sejak mencapai titik tertinggi sepanjang masa di atas US$ 126.000 pada bulan Oktober.
Sejalan dengan itu, jumlah ATM kripto global tercatat turun menjadi 38.928 unit hingga 29 Maret 2026, setelah 597 mesin keluar dari pasar sepanjang kuartal I 2026. Data Coin ATM Radar menunjukkan, industri sempat mengalami fluktuasi pada awal tahun. Januari dibuka dengan penurunan 139 mesin, kemudian Februari mencatat penambahan bersih 231 unit. Pada awal Maret, jumlah ATM kripto sempat bertambah 80 unit, namun penghapusan 769 mesin menjelang akhir bulan membuat total pasar kembali tertekan.
Dengan perkembangan tersebut, jumlah ATM kripto global masih berada di bawah ambang 40.000 unit yang sebelumnya diperkirakan dapat ditembus tahun ini. Secara geografis, Amerika Serikat masih mendominasi pasar dengan 30.247 mesin atau setara 77,7% dari total global. Kanada berada di posisi kedua dengan 3.839 unit atau 9,9%, sedangkan Eropa memiliki 1.727 unit atau sekitar 4,4%.
Baca Juga
Meski Tertekan di Penghujung Maret, Bitcoin Dinilai Masih Punya Peluang Reli ke US$ 80.000
Melansir Bitcoin.com, Senin (30/3/2026) Secara keseluruhan, Amerika Serikat, Kanada, dan Eropa menguasai 35.813 mesin atau sekitar 92% dari total ATM kripto global. Adapun sisanya tersebar di Asia, Oseania, dan wilayah lain.
Dari sisi operator, 10 perusahaan terbesar secara kolektif mengelola 30.450 mesin atau 78,2% dari total pasar. Bitcoin Depot menjadi operator terbesar dengan 9.246 mesin atau pangsa pasar 23,8%. Posisi berikutnya ditempati Coinflip dengan 5.493 unit dan Athena Bitcoin dengan 4.045 unit. Rockitcoin tercatat mengoperasikan 2.757 mesin, sementara Bitstop dan Margo masing-masing memiliki 2.372 dan 2.138 unit.
Baca Juga
Usai AS dan Kanada, Australia Tempati Peringkat Tiga Sebagai Negara dengan ATM Bitcoin Terbanyak
Bitcoin masih menjadi aset digital yang paling banyak didukung di jaringan ATM kripto global. Setelah bitcoin, ethereum tersedia di 22.200 lokasi, litecoin di 21.292 lokasi, dan tether di 19.894 lokasi.
Selain itu, sekitar 91,6% ATM kripto saat ini dikonfigurasi untuk melayani pembelian aset digital, sementara sisanya mendukung transaksi beli dan jual. Penurunan jumlah ATM kripto pada kuartal I-2026 menunjukkan industri masih berada dalam fase penyesuaian. Prospek jumlah mesin menembus 40.000 unit tahun ini akan sangat bergantung pada langkah ekspansi operator besar maupun keberlanjutan efisiensi dari para pemain yang ada.

