Presiden Prabowo Bacakan Pidato Kenegaraan, IHSG Langsung Melesat Sentuh Level 8.000
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (15/8/2025), akhirnya berhasil menembus level tertinggi baru 8.002 setelah naik 67 poin (0,82%), pada pukul 10.27 WIB atau bertepatan saat Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato kenegaraan di Sidang Tahunan MPR tahun 2025 yang digelar, Jumat (15/8/2025).
Bahkan, IHSG sampai menyentuh level all time high (ATH) 8.017 hanya dalam satu menit setelah Presiden Prabowo berpidato. Level IHSG di atas 8.000 ini menjadi kado istimewa BEI dalam rangka menyambut HUT RI ke-80 yang digelar hari Minggu ini.
Baca Juga
Kenakan Setelan Jas, Presiden Prabowo Hadiri Sidang Tahunan MPR 2025
Penyumbang utama kenaikan IHSG ke atas level 8.000 adalah saham PT DCI Indonesia Tbk (DCII) dengan kenaikan sebanyak Rp 61.325 (18,22%) ke level tertinggi baru sepanjang masa Rp 397.975. Sedangkan sektor utama penopang indeks datang dari saham sektor teknologi, disusul sektor konsumer primer, dan sektor energi.
Kemarin, IHSG ditutup melesat hingga cetak all time high (ATH) setelah menguata 38,34 poin (0,49%) ke level 7.931,25. Bahkan, IHSG intraday semapt sentuh 7.975,98. Pemodal asing membukukan pembelian bersih (net buy) saham sebanyak Rp 827,42 miliar didukung net buy TLKM Rp 369,51 miliar, BBRI Rp 264 miliar, dan WIFI Rp 130,55 miliar.
Kenaikan IHSG kemarin didukung lompatan saham PT DCI Indonesia Tbk (DCII) setelah berhasil melesat 10% menjadi Rp 336.675. Kenaikan juga didukung penguatan saham konglomerasi lainnya seperti PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) dan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN).
Baca Juga
Saham DCII Keluar dari Papan Pemantauan, Jurus BEI Wujudkan IHSG Tembus 8.000?
Sedangkan sektor saham penyumbang kenaikan indeks datang dari saham sektor teknologi 3,84%, sektor kesehatan 1,38%, sektor konsumer non primer 0,60%, sektor konsumer primer 0,55%, dan sektor energi 0,45%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor saham sektor material dasar, industri, properti, keuangan, dan infrastruktur.
Di tengah lompatan tersebut, saham berikut catatkan kenaikan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham IOTF sebanyak 34,94% menjadi Rp 112, GSMF sebanyak 33,93% menjadi Rp 75, UANG melesat 24,71% menjadi Rp 424, dan IDPR naik 24,77% menjadi Rp 272.

