Reliance Sekuritas Jagokan 4 Saham Saat Pidato Kenegaraan Prabowo Hari Ini, Ada Saham DEWA dan BREN
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (15/8/2025), diproyeksikan bergerak cenderung menguat bersamaan Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo Subianto di Sidang Tahunan MPR RI Tahun 2025 pagi ini.
Reliance Sekuritas dalam riset pagi ini menyebutkan bahwa secara teknikal, candle IHSG berbentuk white spinning top, masih di atas MA5 dan MA20, indikator MACD golden cross. “Dengan demikian, kami proyeksikan IHSG cenderung menguat dengan saham pilihan PGEO, DEWA, BREN, dan INDF,” tulisnya.
Pergerakan indeks juga akan dipengaruhi laju indeks utama bursa AS ditutup bervariasi. Sentimen datang dari adanya potensi penurunan suku bunga The Fed pada bulan depan. Sedangkan pagi ini, bursa utama Asia dibuka menguat, seperti Nikkei 225 naik 0,58% dan Indeks Kospi tutup karena hari libur nasional.
Baca Juga
Puan Sambut Gibran Jelang Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD
Di tengah peluang pergerakan tersebut, Reliance Sekuritas merekomendasikan beli saham PGEO dengan target harga Rp 1.760, DEWA dengan target harga Rp 258, BREN dengan target harga Rp 10.650, dan INDF dengan target harga Rp 9.200.
Kemarin, IHSG ditutup melesat hingga cetak all time high (ATH) setelah menguata 38,34 poin (0,49%) ke level 7.931,25. Bahkan, IHSG intraday semapt sentuh 7.975,98. Pemodal asing membukukan pembelian bersih (net buy) saham sebanyak Rp 827,42 miliar didukung net buy TLKM Rp 369,51 miliar, BBRI Rp 264 miliar, dan WIFI Rp 130,55 miliar.
Kenaikan IHSG kemarin didukung lompatan saham PT DCI Indonesia Tbk (DCII) setelah berhasil melesat 10% menjadi Rp 336.675. Kenaikan juga didukung penguatan saham konglomerasi lainnya seperti PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) dan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN).
Baca Juga
Surge (WIFI) Ikut Lelang Frekuensi 1,4 GHz Lewat Anak Usaha, Bersaing dengan DSSA
Sedangkan sektor saham penyumbang kenaikan indeks datang dari saham sektor teknologi 3,84%, sektor kesehatan 1,38%, sektor konsumer non primer 0,60%, sektor konsumer primer 0,55%, dan sektor energi 0,45%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor saham sektor material dasar, industri, properti, keuangan, dan infrastruktur.
Di tengah lompatan tersebut, saham berikut catatkan kenaikan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham IOTF sebanyak 34,94% menjadi Rp 112, GSMF sebanyak 33,93% menjadi Rp 75, UANG melesat 24,71% menjadi Rp 424, dan IDPR naik 24,77% menjadi Rp 272.

