Puan Sambut Gibran Jelang Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Ketua DPR Puan Maharani terpantau hadir di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Jumat (15/8/2025) pukul 08.17 WIB mengenakan kebaya hijau muda dan selendang merah dalam rapat paripurna DPR yang akan berlangsung seusai Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD.
Berselang 1 menit, Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka turut hadir pukul 08.18 WIB dan langsung disambut Ketua DPR Puan Maharani. Mereka berjalan masuk ke dalam ruang tunggu (holding room) dan langsung bertegur sapa dengan mantan Wapres Ma’ruf Amin yang telah sampai terlebih dahulu.
Baca Juga
Puan Harap Kepemimpinan Lee Jae-Myung Berdampak Positif Bagi Hubungan Indonesia dan Korea Selatan
Presiden Prabowo Subianto akan menyampaikan Nota Keuangan dan RUU APBN Tahun Anggaran 2026 dalam rapat paripurna DPR, Jumat (15/8/2025) siang. Agenda itu akan digelar setelah Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD yang berlangsung di pagi hari.
Berdasarkan draf agenda resmi yang diterima investortrust.id, sidang paripurna akan dibuka pada pukul 13.30 WIB di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta.
Setelah pembukaan Masa Persidangan I DPR RI Tahun Sidang 2025–2026 oleh Ketua DPR, Prabowo akan menyampaikan pidato pengantar sekaligus keterangan pemerintah atas RUU APBN 2026 dan Nota Keuangan beserta dokumen pendukungnya pada pukul 13.57–14.42 WIB.
Seusai pidato, dokumen RUU APBN 2026 dan Nota Keuangan akan diserahkan oleh Presiden kepada Ketua DPR. Selanjutnya, Ketua DPR akan meneruskan dokumen tersebut kepada Ketua DPD Sultan Bachtiar Najamudin disertai surat permintaan pertimbangan.
Baca Juga
Temui Utusan Presiden Korea, Puan Dorong Pembaruan Kerja Sama Penempatan Pekerja Migran RI
Adapun rapat paripurna diperkirakan selesai pada pukul 15.07 WIB, ditutup dengan lagu kebangsaan Indonesia Raya.
Sidang penyampaian nota keuangan merupakan momentum penting dalam siklus penganggaran nasional. Melalui pidato ini, Presiden akan memaparkan arah kebijakan fiskal, target pertumbuhan ekonomi, proyeksi penerimaan negara, alokasi belanja, hingga kebijakan pembiayaan untuk tahun depan.

