IHSG Incar Level 8.000 Hari Ini , Tiga Saham Dipimpin ARTO Layak Dilirik
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (15/8/2025), diprediksi bergerakan terbatas dalam rentang 7.824-8.000. Tiga saham yang layak dilirik dengan rekomendasi beli adalah RAJA, MAPI, dan ARTO.
BRI Danareksa Sekuritas dalam riset pagi ini menyebutkan bahwa pergerakan indeks akan dipengaruhin rilis PPI di AS di atas ekspektasi, sehingga berpotensi membatasi penguatan. Sedangkan level support IHSG kini menjadi 7.824 setelah ditutup melesat ke 7.931 pada perdagangan kemarin.
Baca Juga
Saham DCII Keluar dari Papan Pemantauan, Jurus BEI Wujudkan IHSG Tembus 8.000?
Pergerakan indeks juga akan dipengaruhi pergerakan bervariasi bursa saham Wall Street, seperti Dow Jones turun turupis 0,025% dan Nasdaq melemah 0,011%. Sebaliknya S&P500 justru melaju dengan kenaikan tipis 0,030%.
Di tengah peluang pergearkan tersebut, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan beli saham RAJA dengan target harga Rp 3.270-3.480, saham MAPI dengan target harga Rp 1.350-1.410, dan ARTO dengan target harga Rp 2.370-2.600. Sebaliknya saham BTPS direkomendasikan jual.
Kemarin, IHSG ditutup melesat hingga cetak all time high (ATH) setelah menguata 38,34 poin (0,49%) ke level 7.931,25. Bahkan, IHSG intraday semapt sentuh 7.975,98. Pemodal asing membukukan pembelian bersih (net buy) saham sebanyak Rp 827,42 miliar didukung net buy TLKM Rp 369,51 miliar, BBRI Rp 264 miliar, dan WIFI Rp 130,55 miliar.
Baca Juga
Jaga Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III-2025, Pemerintah Fokus Dorong Konsumsi Rumah Tangga
Kenaikan IHSG kemarin didukung lompatan saham PT DCI Indonesia Tbk (DCII) setelah berhasil melesat 10% menjadi Rp 336.675. Kenaikan juga didukung penguatan saham konglomerasi lainnya seperti PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) dan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN).
Sedangkan sektor saham penyumbang kenaikan indeks datang dari saham sektor teknologi 3,84%, sektor kesehatan 1,38%, sektor konsumer non primer 0,60%, sektor konsumer primer 0,55%, dan sektor energi 0,45%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor saham sektor material dasar, industri, properti, keuangan, dan infrastruktur.
Di tengah lompatan tersebut, saham berikut catatkan kenaikan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham IOTF sebanyak 34,94% menjadi Rp 112, GSMF sebanyak 33,93% menjadi Rp 75, UANG melesat 24,71% menjadi Rp 424, dan IDPR naik 24,77% menjadi Rp 272.

