Ditutup Melesat 1,30% hingga ARA 7 Saham, IHSG Level 8.000 Tinggal Selangkah
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (13/8/2025), kembali ditutup terbang sebanyak 101,21 poin (1,30%) menjadi 7892,91, bahkan indeks sempat menyentuh level tertinggi intraday 7.903. Penguatan tersebut didukung aksi borong saham oleh investor dengan nilai Rp 18,65 triliun.
Penyumbang utama kenaikan indeks datang dari saham sektor teknologi 3,98% didukung lompatan harga saham DCII, sektor properti 1,49%, sektor konsumer primer naik 1,12%, sektor energi naik 1,03%, sektor kesehatan 1,56%, sektor industri 0,79%, dan sektor energi 0,66%. Sebaliknya penurunan tipis melanda saham sektor konsumer non primer dan transportasi.
Baca Juga
Penurunan Harga Batu Bara Tekan Laba Bersih ITMG di Semester I-2025, Bagaiman Semester II-2025?
Sejalan dengan penguatan ini, beberapa saham berikut torehkan kenaikan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham PT Trisula Textile Industries Tbk (BELL) naik 34,62% menjadi Rp 70, PT Griptha Putra Persada Tbk (GRPH) naik 34,33% menjadi Rp 90, PT Gaya Abadi Sempurna Tbk (SLIS) naik 33,93% menjadi Rp 75, PT Nusatama Berkah Tbk (NTBK) naik 34% menjadi Rp 67, dan PT Jantra Grupo Indonesia Tbk (KAQI) naik 32% menjadi Rp 65.
ARA juga melanda saham PT Pakuan Tbk (UANG) naik 25% menjadi Rp 340 dan PT Pudjiadi & Sons Tbk (PNSE) naik 25% menjadi Rp 85. Sebaliknya pelemahan terbesar melanda saham DOOH turun 6,37% menjadi Rp 147, FITT melemah 6,03% menjadi Rp 218, BEEF turun 5,92% menjadi Rp 286, GPRA turun 5,86% menjadi Rp 145, dan KRYA turun 5,38% menjadi Rp 246.
Kemarin, IHSG ditutup melesat sebanyak 185,78 poin (2,44%) menjadi 7.791.70 dengan pembelian bersih (net buy) saham oleh investor asing Rp 2,20 triliun. Net buy terbanyak melanda saham bank papan atas, yaitu BBRI Rp 718,25 miliar, BBCA Rp 576,12 miliar, dan BMRI Rp 511,51 miliar.
Baca Juga
Inflasi CPI AS Naik dan Trump Beri 90 Hari Tambahan Penangguhan Tarif China, Ini Dampaknya ke Kripto
Penyumbang utama kenaikan tersebut berasal dari penguatan big cap, khususnya saham bank BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI. Penguatan juga didukung kenaikan sejumlah saham emiten konglomerasi Sinarmas, seperti DSSA, INKP, dan TKIM dan saham emiten Prajogo Pangestu, seperti BREN, TPIA, CUAN, dan CDIA.
Di tengah lompatan tersebut, sejumlah saham cetak kenaikan hingga auto reject atas (ARA), yaitu TNCA melesat 34,78% menjadi Rp 186, DKHH naik 34,62% menjadi Rp 105, PPRE naik 34,18% menjadi Rp 106, dan GRPH naik 34% menjadi Rp 67. ARA juga melanda saham IMPC 25% menjadi Rp 825, INRU naik 24,81% menjadi Rp 830, dan UANG naik 24,77% menjadi Rp 272.

