Didukung Ekspansi Ini, Saham Cipta Perdana (PART) Bisa Menuju Rp 200
JAKARTA, investortrust.id - Harga saham PT Cipta Perdana Lancar Tbk (PART) berpeluang menguat menuju Rp 200 didukung langkah ekspansif ke bisnis food tray dan mesin pertanian. Ekspansi tersebut sejalan dengan program pemerintah makan bergizi gratis (MBG) hingga penguatan sektor pertanian.
Peluang kenaikan harga juga ditunjukkan pola teknikal setelah saham PART berhasil melesat sebanyak 30,19% menjadi Rp 138 dalam sebulan terakhir. Volume dan nilai perdagangan saham PART juga menunjukkan peningkatan dalam sebulan terakhir.
Baca Juga
Dari Otomotif Lebarkan Sayap ke Bisnis 'Food Tray', Emiten Ini (PART) Dukung Program MBG
Seorang sumber dari pasar menyebutkan bahwa keputusan ekspansif tersebut menjadikan saham PART kian menarik bagi pemodal. Apalagi terbuka peluang Cipta Perdana Lancar (PART) untuk menggandeng mitra strategis dari luar untuk ekspansi tersebut. “Hal tersebut bisa menjadi dukungan positif terhadap saham PART menuju Rp 200 dalam waktu dekat,” ungkapnya.
Cipta Perdana Lancar (PART) merupakan emiten komponen otomotif, elektronik, dan sanitasi yang mulai diversifikasi usaha ke segmen pertanian dan pendukung pangan. Per Juli 2025, perseroan telah menyerap belanja modal (capital expenditure/capex) senilai Rp 59 miliar. Dananya untuk menambah lini usaha alat dapur, yakni food tray (nampan) dan alat-alat mesin pertanian. "Perseroan melakuan diversifikasi usaha dengan memproduksi food tray untuk mendukung BGN (Badan Gizi Nasional) pada program makan bergizi gratis (MBG)," kata Direktur Cipta Perdana Lancar, Tjoeng Rino Saputra.
Baca Juga
Data Inflasi Dongkrak Wall Street, S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor, Dow Terbang Hampir 500 Poin
Meski melakukan diversifikasi usaha, kata dia, perseroan tetap mengandalkan lini bisnis utamanya, yaitu memproduksi komponen otomotif untuk kendaraan bermotor roda dua dan roda empat. PART mengaku tidak terlalu terdampak di tengah lesunya industri otomotif, khususnya mobil. “Lini bisnis utama kami adalah memproduksi komponen otomotif, sekitar 95% produksi kami untuk memproduksi komponen otomotif sepeda motor,” ujar Tjoeng.

