Perjanjian IP-CEPA Diteken, Produk Sawit Bebas Tarif Masuk Peru
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengungkapkan 90% dari produk Indonesia yang diekspor ke Peru akan mendapatkan pembebasan tarif bea masuk berkat perjanjian perdagangan Indonesia-Peru Comprehensive Economic Agreement (IP-CEPA). Salah satu komoditas yang dikenakan tarif 0% adalah minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO).
"Dalam catatan kita 0% (tarif kelapa sawit). Sebagian besar (produk Indonesia) 0%. Nah itu sudah bagus deh, karena ini sawit ada turunannya, itu banyak banget," ucap Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kemendag, Djatmiko Bris Witjaksono saat konferensi pers, Selasa (12/8/2025).
Selain kelapa sawit, Djatmiko menyebutkan, produk Indonesia lainnya yang akan mendapatkan tarif 0% adalah otomotif, berupa mobil, dan kendaraan bermotor lainnya serta spare parts, kemudian alas kaki berbasis tekstil, kelapa sawit, elektronik, lemari es, alas kaki berbasis kulit, alas kaki dari karet, kertas, margarin, cengkeh, dan mesin cetak.
"Nah ini semua sudah mendapatkan referensi akses pasar yang sangat amat bagus. Jadi hampir semuanya sudah nol, nanti akan diberikan komitmen biar masuk 0%," ungkapnya.
Penerapan yang sama juga berlaku untuk produk-produk asal Peru yang akan masuk ke Indonesia. Djatmiko menjelaskan, 90% produk impor dari Peru akan dikenakan tarif 0%, di antaranya biji kakao, batu bara, pupuk mineral atau kimia dan fosfat, anggur segar atau kering, serta seng yang tidak ditempa.
"Nah dari sisi Peru kurang lebih kita juga akan memberikan 90% lebih dari produk ataupun post tarif yang kita miliki. Ya beberapa tadi ada anggur, ada ekstrak nabati, ada coklat, ada sitrus, dan beberapa buah segar lainnya," papar Djatmiko.
Baca Juga
Mendag Budi Optimistis Perdagangan RI-Uni Eropa Melesat Usai IEU-CEPA Berlaku
Lebih lanjut, Djatmiko menilai produk maupun komoditas Indonesia dengan Peru saling dibutuhkan. Maka dari itu, dengan adanya perjanjian perdagangan tersebut akan semakin memperluas akses pasar, serta memperkuat perdagangan kedua negara terutama ke kawasan Amerika bagian selatan atau latin.
"Jadi kita melihat ini kita saling melengkapi, mudah-mudahan ini juga akan memperkuat postur perdagangan Indonesia secara bilateral dengan Peru ataupun secara kawasan-kawasan Amerika Latin," ungkapnya.
Baca Juga

