BEI Unsuspensi Tiga Saham, Ada POLU dan BUVA
JAKARTA, investortrust.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka kembali (unsuspensi) perdagangan tiga saham berikut, PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA), PT Golden Flower Tbk (POLU), dan PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC), mulai sesi I, Selasa (12/8/2025). Dua dari tiga saham tersebut juga langsung dimasukkan di papan pemantauan khusus (PPK) dengan mekanisme perdagangan full call auction (FCA).
Manajemen BEI dalam penjelasan resminya menyebutkan bahwa penghentian perdagangan saham BUVA, POLU, dan IMPC di pasar regular dan pasar tunai dibuka kembali mulai sesi I pada 12 Agustus 2025. Sedangkan transaksi saham BUVA dan POLU masuk dalam pemantauan khusus dengan terkena kriterias 10, yaitu mengalami penghentian perdagangan lebih dari satu hari bursa.
Baca Juga
Harga Jatuh Terlalu Dalam, Saham MFIN Disebut bakal Bangkit Menuju Rp 1.000
Sebelumnya transaksi saham BUVA, emiten portofolio Happy Hapsoro, dihentikan sementara setelah terjadi lompatan harga lebih dari 251% menjadi Rp 260 hanya dalam sebulan sebelum suspense pada 1 Agustus 2025. Lompatan harga saham setelah manajemen mengumumkan rencana penerbitan saham baru (rights issue) sebanyak 4,8 miliar saham.
Dana tersebut akan digunakan untuk mengakuisisi PT Bukit Permai Properti. Akuisisi ini diharapkan memberi nilai tambah dari sisi sinergi operasional dengan aset yang telah ada, sekaligus meningkatkan kapasitas pengembangan properti di Bali.
Baca Juga
Sejak Rencana Buyback Digulirkan, Saham MTEL Terus Beranjak Naik
Begitu juga dengan saham POLU telah mengalami lompatan lebih dari 314% menjadi Rp 8.825 dalam sebulan sebelum dikenakan suspensi panjang sejak 27 Maret 2025. Lompatan harga mengesankan tersebut membuat saham ini mengalami suspense perdagangan lebih dari lima bulan terakhir.
Adapun Suspensi saham IMPC juga dipicu atas lompatan harga dalam beberapa pekan terakhir. Berdasarkan data BEI, saham ini telah melesat sebanyak 115,69% menjadi Rp 660 dalam sebulan terakhir.

