Harga Jatuh Terlalu Dalam, Saham MFIN Disebut bakal Bangkit Menuju Rp 1.000
JAKARTA, investortrust.id – Saham PT Mandala Multifinance Tbk (MFIN) disebut berpeluang bangkit setelah turun signifikan hingga auto reject bawah (ARB) dalam beberapa pekan terakhir. Saham emiten yang baru saja diakusisi MUFG Bank Ltd dan PT Adira Dinamika Multifinance Tbk (ADMF) ini berpeluang rebound ke level Rp 1.000.
Seorang sumber dari pasar saham menyebutkan bahwa peluang kebangkitan saham tersebut didukung atas peluang berakhirnya full call auction (FCA) saham ini lebih dari sepekan terakhir. Peluang kebangkitan juga didukung pengendali MUFG dan konsolidasi dengan ADMF sebagai perusahaan pembiayaan besar di dalam negeri.
Baca Juga
Begini Progres Merger Antara Adira Finance (ADMF) - Mandala Finance (MFIN)
Selain itu, sumber tersebut menyebutkan bahwa, harga saham MFIN pada penutupan kemarin level Rp 585 telah menjadi harga terendah saham ini terhitung sejak 18 Mei 2023. Harga saat ini juga jauh di bawah harga akuisisi dan tender wajib saham public MFIN level Rp 3.297. Hal ini membuka peluang rebound saham pembiayaan ini.
Secara kinerja keuangan, MFIN juga menorehkan pertumbuhan solid hingga kuartal II-2025 dengan kenaikan pendapatan dari Rp 1,13 triliun menjadi Rp 1,27 triliun. Laba periode berjalan juga meningkat dari Rp 213,36 miliar menjadi Rp 223,43 miliar. Alhasil laba bersih per saham naik dari Rp 81 menjadi Rp 83 per saham.
Baca Juga
Wall Street di Zona Merah, Pasar Tunggu Data Inflasi dan Arah Suku Bunga
Adira Finance (ADMF) sebelumnya telah menandatangani akta penggabungan dengan Mandala Multifinance (MFIN) pada 16 Juli 2025. Dengan akta merger ini, kedua perusahaan di bawah naungan MUFG Bank Ltd menandatangani Perjanjian Pengalihan Portofolio Bersyarat (Conditional Portfolio Transfer Agreement). Proses akuisisi portofolio AFF direncanakan selesai pada Oktober 2025.

