Arkora Hydro (ARKO) Ungkap Kiat Pendongkrak Laba 20% di Semester I-2025
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Arkora Hydro Tbk (ARKO), emiten energi terbarukan berbasis pembangkit listrik tenaga air (PLTA), mencatat kenaikan laba bersih periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebanyak 20% menjadi Rp 36,9 miliar pada semester I-2025, dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year-on-year/yoy).
Laba ini mencerminkan margin keuntungan bersih (net profit margin) 25,9% pada paruh pertama 2025. Pertumbuhan laba juga sejalan dengan lonjakan pendapatan usaha sebesar 42,1% (yoy) menjadi Rp142,5 miliar. Manajemen ARKO menjelaskan, peningkatan ini ditopang oleh penguatan kapabilitas sumber daya manusia di setiap wilayah kerja (site), yang membuat produksi listrik lebih efektif dan efisien.
Baca Juga
Wakil Menko Polkam Berharap Robeli Datang, Gantikan Rojali dan Rohana
Sepanjang Januari–Juni 2025, Arkora Hydro memproduksi listrik sebesar 74,3 gigawatt hour (GWh), naik 48,9% (yoy). Lonjakan tersebut didukung oleh kontribusi Proyek Yaentu yang mulai beroperasi pada kuartal IV-2024, selain Proyek Cikopo dan Proyek Tomasa.
Dari sisi keuangan, total aset perseroan naik 19,7% (yoy) menjadi Rp 1,49 triliun, dengan pertumbuhan kas signifikan 83,1% (yoy). Liabilitas total meningkat 27% (yoy) menjadi Rp1 triliun, terdiri dari liabilitas jangka pendek yang turun 32,5% (yoy) dan liabilitas jangka panjang yang naik 35,4% (yoy). Sementara itu, ekuitas bertambah 6,9% (yoy) menjadi Rp 488,3 miliar.
Perseroan juga mempercepat pembangunan dua proyek strategis PLTA Kukusan II berkapasitas 5,4 megawatt (MW) di Lampung yang progresnya telah mencapai 83,2%, dan PLTA Tomoni berkapasitas 10 MW di Sulawesi Selatan yang progresnya baru mencapai 32,9%.
Baca Juga
Presiden Direktur Arkora Hydro, Aldo Artoko, mengungkapkan bahwa beroperasinya kedua proyek ini akan menurunkan emisi karbon hingga ±99.937 ton CO₂eq per tahun. Hal ini sejalan dengan kontribusi ARKO dalam mendukung target Net Zero Emission 2060.
“Dengan semakin banyaknya proyek pembangkit listrik yang kami selesaikan, arus kas dari PLN selaku offtaker juga akan meningkat. Kami optimistis menjaga pertumbuhan kinerja keuangan yang sehat sambil memperluas kapasitas pembangkit yang kini mencapai 261,2 MW dalam pipeline,” ujar Aldo.

