NAB Saratoga (SRTG) Stagnan Rp 53,99 Triliun di Semester I-2025, Nilainya Hampir Sama dengan Akhir 2024
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) mencatat Nilai Aset Bersih (NAB) sebesar Rp 53,99 triliun pada semester I-2025. Nilai tersebut hampir sama dengan NAB yang dicatatakan pada akhir 2024 mencapai Rp 53,9 triliun.
Perseroan juga berhasil membalikkan posisi dari rugi bersih semester I-2024 senilai Rp 446,39 miliar menjadi laba bersih mencapai Rp 102,01 miliar pada semester I-2025. Kinerja positif ini ditopang kenaikan valuasi portofolio utama, seperti PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) dan PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG).
Baca Juga
Usai Sukses Naikkan NAV Menjadi Rp 53,9 triliun, Saratoga (SRTG) Putuskan Dividen Ini
Direktur Investasi Saratoga Devin Wirawan menjelaskan, pencapaian itu menunjukkan pertumbuhan kuartalan yang solid. Hal ini didorong oleh kontribusi kuat dari saham-saham perusahaan portofolio utama, seperti PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) dan PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG).
Sejalan dengan peningkatan NAB pada periode enam bulan pertama tahun ini, Saratoga juga mencatatkan pendapatan dividen sebesar Rp 1,26 triliun. Pendapatan dividen ini berasal dari perusahaan portofolio, seperti PT Alamtri Resources Tbk (ADRO), PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX), dan TBIG.
“Dengan dukungan arus kas yang solid dan likuiditas yang terjaga, Saratoga terus memiliki kemampuan untuk menjalankan strategi investasinya secara optimal, terukur dan berkelanjutan,” tulis Devin dalam keterangan yang dikutip pada Jumat (8/8/2025).
Manajemen pun menyatakan, saat ini masih fokus pada sektor-sektor dengan prospek pertumbuhan jangka panjang seperti layanan kesehatan, infrastruktur digital, ekonomi hijau dan energi terbarukan, serta konsumen. “Dengan pendekatan investasi yang disiplin, aktif, dan selektif, kami berupaya menciptakan nilai optimal bagi para pemegang saham, sekaligus mendukung pertumbuhan berkelanjutan dari perusahaan-perusahaan portofolio kami,” sambung Devin.
Baca Juga
AS Resmi Terapkan Tarif 19% ke RI, Anindya: Saatnya Genjot Produksi dan Manfaatkan Peluang
Sementara itu, Direktur Keuangan Saratoga Lany D. Wong menambahkan, Saratoga berhasil menjaga neraca yang solid dengan menurunkan utang bersih menjadi Rp 304 miliar. Rasio biaya operasional terhadap NAB tercatat sebesar 0,4%, sementara rasio loan-to-value (LTV) berada di angka 0,6%.
Angka itu mencerminkan batas yang sehat dan lebih baik dibandingkan posisi 0,6% dan 0,7% pada periode sama tahun sebelumnya. “Struktur keuangan yang kuat memberikan fleksibilitas bagi kami untuk menjalankan strategi investasi secara optimal, terutama di tengah dinamika pasar,” ujar Lany.
Manajemen Saratoga berkomitmen menjaga efisiensi operasional dan pengelolaan risiko, guna memastikan perusahaan tetap berada pada posisi yang solid untuk memberikan hasil yang berkelanjutan bagi para pemegang saham.

