IHSG Sesi I Ditutup Melesat 0,96%, Terdorong Pertumbuhan Ekonomi di Atas Ekspektasi
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Selasa (5/8/2025), ditutup melesat sebanyak 71,97 poin (0,96%) menjadi 7.536,61. Lompatan tersebut sejalan dengan pengumuman pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,12% pada kuartal II-2025 atau di atas ekspektasi ekonom.
Penguatan tersebut ditopang kenaikan sejumlah sektor saham, seperti konsumer primer 1,67%, sektor infrastruktur 1,47%, sektor teknologi 1,02%, sektor keuangan 1,20%, sektor property 0,83%, dan sektor energi 0,21%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor industry dan kesehatan.
Baca Juga
Penguatan tersebut juga ditopang kenaikan sejumlah saham big cap, seperti AMMN melesat 6,23% menjadi Rp 7.675, BBCA naik 2,11% menjadi Rp 8.450, BBNI naik 4,49% menjadi Rp 4.190, CDIA menguat 5,59% menjadi Rp 1.890, dan BMRI naik 2,60% menjadi Rp 4.740.
Sedangkan saham dengan kenaikan paling pesat, yaitu saham PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk (RELI) naik 24,58% menjadi Rp 735, PT Hotel Fitra International Tbk (FITT) melesat 28,49% menjadi Rp 230, PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) menguat 23% menjadi Rp 1.230, PT MD Entertaintment Tbk (FILM) naik 19,84% menjadi Rp 2.960, dan PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) naik 15,52% menjadi Rp 67.
Sebaliknya saham dengan penurunan paling dalam sesi I hari ini, yaitu saham DKHH anjlok 12,05% menjadi Rp 73, ARGO turun 9,74% menjadi Rp 1.575, LMAX melemah 9,64% menjadi Rp 75, CBRE melemah 8,82% menjadi Rp 93, dan SMMT turun 8,40% menjadi Rp 1.090.
Kemarin, IHSG ditutup anjlok sebanyak 73,13 poin (0,97%) menjadi 7.464,64 dengan investor asing membukukan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 1,01 triliun. Penyumbang utama net sell berasal dari saham AMMN Rp 226,48 miliar, BBRI Rp 212,80 miliar, dan BMRI Rp 158,26 miliar.
Baca Juga
Gen Z & Y Hanya Kuasai 3% Aset di Pasar Modal, Kaum Lansia 53%
Penurunan IHSG kemarin dipicu kejatuhan sejumlah saham big cap yang didominasi emiten Prajogo Pangestu, seperti BREN anjlok 7,69% menjadi Rp 7.200, TPIA turun 4,17% menjadi Rp 9.200, dan BRPT melemah 4,46% menjadi Rp 2.570. Penurunan juga dipicu kejatuhan saham AMMN sebanyak 14,75% menjadi Rp 7.225 dan SMMA turun 4,23% menjadi Rp 14.725.
Meski IHSG ditutup anjlok, empat saham berhasil catatkan penguatan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham PPRI naik 34,78% menjadi Rp 186, DKHH naik 33,87% menjadi Rp 83, AGAR menguat 25% menjadi Rp 280, KEJU naik 24,63% menjadi Rp 835. Meski tak ARA, saham OASA juga melesat 29,25% menjadi Rp 190.

