BPS: Ekonomi Kuartal II-2025 Bertumbuh 5,12%
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan pertumbuhan ekonomi kuartal II-2025 sebanyak 5,12% secara tahunan. Angka tersebut menunjukkan peningkatan 4,04% secara quartal on quartal (QoQ). Petumbuhan kuartal tersebut tertinggi sejak kuartal III-2023.
Pertumbuhan ekonomi berdasarkan PDB, yaitu atas dasar harga berlaku (ADHB) sebesar Rp 5.947 triliun dan atas dasar harga konstans sebesar (ADHK) sebesar Rp 3.396,3 triliun.
“Sehingga pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2025, tumbuh sebesar 5,12% secara tahunan. Jika dibandingkan secara q to q terjadi kenaikan 4,04%” kata Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS Moh. Edy Mahmud, di kantor pusat BPS, Jakarta, Selasa (5/8/2025).
Baca Juga
OJK: Target IHSG 8.000 Saat HUT RI ke-80 Bukti Kepercayaan Pelaku Pasar
Pertumbuhan tersebut, terang dia, ditopang oleh seluruh lapangan usaha, yaitu industri pengolahan, pertanian, perdagangan konstruksi dan pertambangan 63,59% dari PDB. Lapangan industri pengolahan menjadi sumber pertumbuhan terbesar yaitu 1,13%.
Pertumbuhan tertinggi berdasarkan lapangan usaha, yaitu jasa lainnya tumbuh 11,31%. “Didorong peningkatakan jumlah pengunjung tempat rekreasi seiring dengan adanya hari besar keagamaan nasional, cuti bersama, dan libur sekolah, serta peningkatan perjalanan wisatawan nusantara dan mancanegara,” ujar dia.
Lapangan usaha jasa perusahaan dan transportasi dan pergudangan juga tumbuh tinggi pada kuartal II-2025. Untuk jasa perusahaan tumbuh 9,31% dan transportasi dan pergudangan tumbuh 8,52%.
Baca Juga
Bank Mandiri Perkirakan Pertumbuhan Ekonomi RI Melambat pada Triwulan II 2025
Sementara itu, berdasarkan pengeluaran, seluruh komponen tumbuh kecuali konsumsi pemerintah. Konsumsi rumah tangga masih tumbuh 4,97% secara tahunan. “Hal ini mengindikasikan masih kuatnya permintaan domestik,” kata dia.
Selain itu, pembentuk modal tetap bruto (PMTB) atau investasi tumbuh 6,99% secara tahunan. “Dengan demikian, 82,08% PDB kuartal II-2025 berasal dari konsumsi rumah tangga dan PMTB,” kata dia.
Konsumsi pemerintah sendiri terkontraksi -0,33% secara tahunan. Pertumbuhan tinggi terjadi pada komponen ekspor dan impor. Komponen ekspor tumbuh 10,67% secara tahunan dan komponen impor tumbuh 11,85% secara tahunan. Konsumsi Lembaga Non Profit yang Melayani Rumah Tangga (LNPRT) tumbuh sebesar 7,82%.

