Hadirkan Hotel Bintang 5 Royal Alana, Saraswanti Indoland (SWID) Dongkrak 'Cuan' Berulang
Poin Penting
|
YOGYAKARTA, Investortrust.id – Sebagai bagian dari strategi memperkuat sumber pendapatan berkelanjutan (recurring income) atau cuan berulang, PT Saraswanti Indoland Development Tbk (SWID), emiten properti yang berbasis di Yogyakarta segera menuntaskan pembangunan hotel bintang lima terbarunya, The Royal Alana Yogyakarta, yang ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal pertama 2026.
"Proyek ini dirancang sebagai elemen strategis dalam mendorong peningkatan pendapatan berulang yang akan memberikan kontribusi stabil dan jangka panjang terhadap arus kas perseroan," kata Direktur Utama PT Saraswanti Indoland Development Tbk Bogat Agus Riyono dalam keterangannya, Selasa (5/7/2025).
Dia mengatakan, dengan memanfaatkan tren positif di sektor pariwisata dan kebutuhan akomodasi premium yang terus tumbuh, SWID optimistis kehadiran The Royal Alana Yogyakarta ini akan memperkuat struktur keuangan sekaligus memperluas portofolio aset produktifnya.
Baca Juga
Obligasi Dinilai Lebih Cuan dan Aman dari Properti untuk Investasi Pensiun
Pembangunan hotel bintang lima ini merupakan respons strategis terhadap tingginya tingkat pemanfaatan Mataram City International Convention Center (MICC), gedung pertemuan milik SWID yang hingga kini masih dinobatkan sebagai pusat konvensi terbesar di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah, dengan kapasitas ballroom 2.500 tamu.
"Reputasi MICC sebagai destinasi utama penyelenggaraan acara berskala nasional dan internasional terus terjaga, dengan jadwal kegiatan yang padat hampir sepanjang tahun," kata Bogat.
Namun, keterbatasan kapasitas akomodasi menjadi tantangan tersendiri. The Alana Yogyakarta Hotel and Convention Center—hotel bintang empat yang saat ini beroperasi di kawasan Mataram City— hanya memiliki 264 kamar, sehingga belum mampu sepenuhnya memenuhi kebutuhan penginapan bagi peserta dan penyelenggara acara. Akibatnya, sebagian besar tamu harus dialihkan ke hotel-hotel lain.
"Untuk menjawab kebutuhan tersebut sekaligus memperkuat lini pendapatan berulang, SWID membangun The Royal Alana Yogyakarta, hotel bintang lima dengan tambahan 219 kamar," kata dia.
Baca Juga
Catat Lonjakan Penjualan Ratusan Persen, Saraswanti (SWID) Menuju Stabilitas Jangka Panjang
Dia mengatakan, kehadiran The Royal Alana Yogyakarta diharapkan tidak hanya menambah kapasitas akomodasi, tetapi mendorong peningkatan pendapatan SWID secara berkelanjutan melalui optimalisasi sinergi sektor perhotelan dan pusat konvensi.
“Kami melihat adanya mismatch antara potensi pasar yang kami miliki dengan kapasitas akomodasi yang tersedia. Kami tidak hanya menjawab kebutuhan tersebut, tetapi juga menciptakan peluang baru untuk memperkuat kontribusi segmen perhotelan terhadap kinerja keuangan Perseroan,” ujar dia.

