Catat Lonjakan Penjualan Ratusan Persen, Saraswanti (SWID) Menuju Stabilitas Jangka Panjang
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - PT Saraswanti Indoland Development Tbk (SWID), emiten properti mencatatkan pertumbuhan penjualan 270% pada kuartal kedua 2025 dibandingkan kuartal pertama 2025. Lonjakan signifikan ini menjadi indikator kuat bahwa perusahaan yang berbasis di Yogyakarta ini mampu tumbuh stabil di tengah tantangan sektor properti yang dinamis.
Dengan pencapaian ini, Investor lebih percaya diri untuk mempertimbangkan saham SWID sebagai bagian portofolio jangka panjang.
Direktur Utama PT Saraswanti Indoland Development Tbk Bogat Agus Riyono mengatakan, pencapaian pada kuartal kedua ini tidak sekadar sebagai peristiwa sesaat, melainkan stepping stone penting menuju stabilitas jangka panjang.
Baca Juga
Saraswanti Indoland (SWID) Raih Fasilitas Kredit Rp 175 Miliar
“Kami memandang kuartal kedua 2025 sebagai titik kestabilan baru bagi SWID. Bukan hanya karena kenaikan penjualan, tetapi seluruh elemen operasional, manajerial, dan strategi pasar kami mulai bergerak harmonis,” ujar dia dalam keterangannya, Selasa (29/7/2025).
Ia menambahkan bahwa dengan pencapaian ini, investor merasa lebih percaya diri untuk mempertimbangkan saham SWID sebagai bagian portofolio jangka panjang. Perseroan meyakini bahwa tren positif ini akan terus berlanjut pada kuartal ketiga dan keempat 2025 serta tahun-tahun mendatang, dengan ekspektasi kinerja semakin solid dan terukur.
Penjualan unit apartemen diprediksi akan terus meningkat seiring tersedianya unit-unit yang sudah siap serah terima dan peningkatan kebijakan di sektor ekonomi, seperti penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI), percepatan penurunan suku bunga kredit, serta perpanjangan insentif pajak pertambahan nilai ditanggung pemerintah (PPN DTP) hingga akhir tahun.
Selain pertumbuhan penjualan, SWID juga melihat potensi kuat lini bisnis properti komersial, khususnya perhotelan. Dengan proyeksi kondisi ekonomi nasional
yang terus menunjukkan pemulihan dan perbaikan daya beli masyarakat, perseroan optimistis bahwa kontribusi recurring income dari segmen hotel akan menjadi salah satu penopang stabilitas pendapatan jangka panjang.
"Recurring income ini tidak hanya memberikan arus kas yang stabil, tetapi landasan dalam mendukung pertumbuhan yang tidak bergantung pada penjualan unit apartemen," kata dia.
Baca Juga
Solidnya penjualan perseroan pada kuartal kedua 2025 sejalan dengan nilai ekuitas yang menunjukkan tren positif yakni naik dari Rp 239 miliar menjadi Rp 252 miliar. Hal ini menjadi indikasi penguatan fundamental keuangan dan kepercayaan pemegang saham terhadap prospek jangka panjang perseroan.
Dengan neraca yang semakin baik serta struktur portofolio yang semakin sehat dan terdiversifikasi, SWID memosisikan sebagai pemain properti yang adaptif terhadap
siklus ekonomi dan terus berkomitmen untuk menghadirkan nilai tambah berkelanjutan bagi semua pemangku kepentingan.

