Secara Historis Emas Punya Kinerja Lampaui Aset Investasi Lain, Masih Enggan Punya Emas?
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – Dalam dunia investasi yang kian kompleks, emas terus membuktikan diri sebagai aset unggulan. Kadek Eva Suputra, Senior Vice President - Bullion Business Division PT Perum Pegadaian, menegaskan bahwa selama lima tahun terakhir, kinerja emas unggul signifikan dibandingkan dengan banyak instrumen investasi lainnya.
"Berdasarkan data historis, emas memiliki Compound Annual Growth Rate (CAGR) sebesar 12,3% dalam 20 tahun terakhir dan Year on Year (YoY) sebesar 32,7% per Mei 2025. Ini menjadi bukti kuat bahwa emas merupakan aset yang tangguh dalam menjaga dan meningkatkan nilai kekayaan jangka panjang," kata Kadek dalam acara Investortrust Power Talk bertema Keren, Muda & Cuan Bersama Bullion Bank di Hotel Aryaduta, Jakarta, Kamis (31/7/2025).
Dalam kesempatan yang sama Kadek menyoroti fenomena jebakan finansial yang kini marak di kalangan generasi muda, seperti perilaku FOMO (Fear of Missing Out) dan YOLO (You Only Live Once) yang kerap mendorong gaya hidup konsumtif. Banyak anak muda lebih memilih belanja impulsif demi mengikuti tren atau pengalaman sesaat dibandingkan menyisihkan dana untuk investasi.
Tidak jarang pula, kebutuhan primer justru ditunda demi kepentingan tersier, bahkan dengan berani mengambil opsi utang melalui layanan pay later. Perilaku semacam ini, jika terus dibiarkan, dapat menjadi ancaman serius bagi stabilitas keuangan pribadi di masa depan.
Baca Juga
Jangan Terjebak Gaya Hidup, Pegadaian Dorong Generasi Muda Investasi Emas
Menurut Kadek, penting bagi generasi muda untuk mulai memahami urgensi berinvestasi. Investasi bukan hanya soal mencari keuntungan, tetapi merupakan strategi penting untuk menjaga daya beli dari ancaman inflasi, serta memastikan keberlangsungan hidup yang layak saat masa tidak produktif tiba. Dalam masa produktif sekalipun, investasi memberikan ruang pertumbuhan finansial yang sehat dan terukur.
Dalam konteks pemilihan instrumen investasi, Kadek menegaskan bahwa emas memiliki sejumlah keunggulan yang layak dipertimbangkan. Emas dikenal tahan terhadap inflasi, memiliki bentuk fisik yang nyata dan awet, serta sangat fleksibel dari sisi nominal pembelian, sehingga dapat diakses oleh semua kalangan. Selain itu, emas mudah dikelola, dijual kembali kapan pun dibutuhkan, dan dapat dipindahtangankan atau diwariskan dengan mudah kepada generasi selanjutnya.
"Stabilitas harga emas saat krisis, daya tariknya yang universal, serta sifatnya yang tahan lama menjadikan logam mulia ini sebagai alat lindung nilai yang efektif," tuturnya. Emas juga berfungsi sebagai alat ukur nilai yang konsisten dari masa ke masa. Sebagai contoh, sebuah sepeda motor yang dahulu bernilai 100 gram emas pada tahun 2005, kini dengan harga pasar motor yang sepadan hanya setara dengan 14,66 gram emas. Ini menunjukkan peningkatan daya beli emas yang signifikan dalam dua dekade terakhir.
Untuk memperkuat peran emas dalam sistem keuangan nasional, PT Pegadaian melalui Bank Emas Pegadaian kini menghadirkan layanan terintegrasi berbasis emas yang telah mendapat persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dengan konsep one stop solution, masyarakat Indonesia dapat melakukan berbagai transaksi emas, dari menabung hingga menjual kembali, melalui platform terpercaya yang diresmikan langsung oleh Presiden RI.

