Menteri Koperasi dan UMKM Usulkan Penyaluran KUR Tak Hanya Gunakan Data Historis
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Koperasi dan UMKM Teten Masduki mengusulkan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk UMKM dapat diperluas. KUR melalui perbankan diharapkan bisa menggunakan Innovative Credit Scoring (ICS).
“Saya sudah usul supaya KUR itu diperluasnya termasuk juga banknya menggunakan ICS, tapi ini masih belum menjadi compulsory (kewajiban)” kata Teten ditemui saat Pesta Rakyat UMKM untuk Indonesia di JCC Jakarta, Senin (22/7/2024).
Baca Juga
Libatkan BI, OJK dan Kemenkeu, Kemenko Perekonomian Usul Restrukturisasi KUR Fleksibel
Teten mengatakan, beberapa perbankan telah menggunakan ICS sebagai landasan memberikan kredit. Dia mengapresiasi langkah ini karena dapat meningkatkan pemberian KUR ke UMKM. “Kalau bank pendekatannya historis (keuangan), masalahnya ada 30 juta UKMM yang belum mengakses pembiayaan dari bank,” kata dia.
Teten mengatakan perbankan yang penggunaan ICS dapat memprediksi arus uang UMKM. Dengan begitu, terdapat kemajuan pemberian KUR bagi UMKM. “Kalau pakai data SLIK (Sistem Layanan Informasi Keuangan) atau data biro kredit artinya hanya orang itu-itu saja yang dikasih (kredit)” ujar dia.
Teten mengatakan penggunaan ICS sebagai dasar pemberian kredit telah digunakan di 145 negara. Melihat kemungkinan itu, dia telah menjalankan proyek percontohan dengan 72 ribu UMKM. “Hasilnya (kredit) signifikan naik 5%. Jadi bank bisa menyalurkan kredit nambah 5%” kata dia.
Baca Juga
Bank dengan Segmen UMKM Harus Pertajam di Pembiayaan Inklusif
Upaya memberikan kemudahan pembiayaan, kata Teten, menjadi bagian penting mendorong UMKM untuk naik kelas ke pasar global. Selain itu, dia juga mengapresiasi sejumlah PT HM Sampoerna Tbk yang telah memberikan pembinaan bagi para pelaku UMKM.
“Kita tahu UMKM produknya kecil sehingga perlu ada agresi kemitraan usaha besar supaya bisa masuk ke pasar global karena faktor produksi, logistik, dan faktor standar yang harus dipenuhi,” kata dia.

