Jangan Terjebak Gaya Hidup, Pegadaian Dorong Generasi Muda Investasi Emas
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – Dalam era digital yang serba cepat dan instan, jebakan finansial kian mengintai generasi muda. Kadek Eva Suputra, Senior Vice President - Bullion Business Division PT Perum Pegadaian, mengingatkan bahwa fenomena seperti FOMO (Fear of Missing Out) dan YOLO (You Only Live Once) menjadi pemicu kuat perilaku konsumtif yang tak sehat secara finansial.
“Kita melihat kecenderungan anak muda hari ini lebih suka membelanjakan uang secara impulsif demi pengalaman, gaya hidup, atau tren sesaat, ketimbang berinvestasi untuk masa depan,” jelasnya dalam acara Investortrust Power Talk bertema Keren, Muda & Cuan Bersama Bullion Bank di Hotel Aryaduta, Jakarta, Kamis (31/7/2025).
Menurut Kadek, kebiasaan seperti menunda pemenuhan kebutuhan primer dan merasa tidak takut berutang melalui skema pay later untuk hal-hal yang bersifat tersier, merupakan cerminan dari kurangnya literasi keuangan. Perilaku seperti ini bisa sangat merugikan dalam jangka panjang, terutama saat individu memasuki masa tidak produktif dan tidak lagi memiliki pendapatan aktif.
Kadek menekankan pentingnya investasi sebagai langkah cerdas untuk mengamankan masa depan. Investasi bukan hanya soal mengejar keuntungan, tetapi juga tentang menjaga daya beli terhadap ancaman inflasi yang terus meningkat.
“Dengan berinvestasi, kita sebenarnya sedang membeli masa depan dengan harga hari ini,” tuturnya. Investasi menjadi kunci penting, baik untuk masa produktif saat seseorang masih bekerja, maupun masa tidak produktif ketika sudah pensiun. Selain itu, investasi memberikan potensi keuntungan yang bisa dimanfaatkan untuk berbagai tujuan finansial.
Baca Juga
Investasi Emas kian Diminati, Pegadaian Targetkan Deposito Emas 1,5 Ton Tahun 2025
Salah satu instrumen investasi yang disarankan Kadek untuk generasi muda adalah emas. Emas memiliki keunggulan yang tidak dimiliki oleh banyak aset lainnya. Sebagai aset yang tahan inflasi, emas mampu menjaga nilai dalam jangka panjang. “Emas itu nyata, awet, dan dapat dimiliki dalam jumlah kecil sesuai kemampuan, sehingga mudah dibeli, dikelola, dan dijual kembali kapan saja,” ujarnya. Tak hanya itu, emas juga mudah diwariskan atau dipindahtangankan, menjadikannya pilihan investasi jangka panjang yang strategis.
Dalam menghadapi krisis atau tekanan pasar global, emas telah terbukti sebagai aset yang stabil. Karakteristiknya yang tidak mudah terpengaruh oleh volatilitas membuat emas berperan penting dalam menjaga keseimbangan portofolio investasi. Kadek menjelaskan bahwa selama lima tahun terakhir, kinerja emas justru unggul dibandingkan banyak aset lainnya. Tercatat, emas memiliki CAGR (Compound Annual Growth Rate) sebesar 12,3% dalam 20 tahun terakhir dan kenaikan tahunan (Year on Year) sebesar 32,7% hingga Mei 2025.
Kadek juga menyampaikan bahwa emas memiliki tiga karakteristik utama yang membuatnya istimewa, yakni likuiditas tinggi, diterima secara universal dengan standar kadar dan harga yang jelas, serta sifatnya yang tahan lama dan mudah disimpan. Lebih jauh lagi, emas tidak hanya berfungsi sebagai alat lindung nilai terhadap inflasi, tetapi juga dapat dijadikan alat ukur biaya yang akurat seiring waktu. Misalnya, harga motor di tahun 2005 senilai 100 gram emas, ternyata di tahun 2025 hanya sebanding dengan sekitar 14,66 gram emas untuk produk yang serupa. Hal ini menunjukkan bahwa emas bukan hanya melindungi nilai uang, tetapi juga meningkatkan daya belinya.
Selain sebagai instrumen investasi, emas juga memiliki beragam manfaat praktis lainnya. Emas digunakan dalam berbagai bidang, mulai dari industri elektronik sebagai konduktor, dalam bidang kedokteran gigi, sebagai pemantul radiasi, hingga dalam produk kecantikan.
Sebagai bentuk komitmen Pegadaian dalam mengembangkan ekosistem emas nasional, Kadek menjelaskan bahwa layanan Bank Emas Pegadaian kini menjadi solusi lengkap bagi masyarakat Indonesia. Setelah mendapatkan persetujuan resmi dari OJK melalui surat nomor S-325/PL.02/2024, Bank Emas Pegadaian menghadirkan empat layanan utama berbasis emas. Layanan ini diresmikan langsung oleh Presiden RI sebagai bagian dari strategi nasional dalam memperkuat peran emas dalam sistem keuangan nasional. Dengan konsep one stop solution, layanan Bank Emas Pegadaian menjadi platform transaksi emas terlengkap di Indonesia, dari tabungan hingga penjualan kembali.
Kadek menutup pernyataannya dengan mengajak generasi muda untuk lebih bijak secara finansial. “Saatnya anak muda lebih sadar bahwa uang yang mereka miliki hari ini harus dikelola dengan strategi yang benar. Jangan hanya tergoda konsumsi sesaat, mulailah investasi yang tahan krisis dan terbukti menguntungkan seperti emas.”

