Laba Bertumbuh Solid, Saham BBCA Tetap Menjadi Top Pick Sektor Bank
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) melaporkan kinerja keuangan yang solid pada semester I-2025 dengan kenaikan laba bersih sebanyak 5% secara kuartalan (qoq) dan 6% secara tahunan (yoy) menjadi Rp 14,9 triliun. Secara kumulatif, laba bersih BBCA pada semester I-2025 tercatat Rp 29,0 triliun atau tumbuh 8%.
Perolehan laba tersebut merefleksikan 50% dari estimasi laba setahun penuh yang diberikan BRI Danareksa Sekuritas. Laba ini sejalan dengan konsensus analis. Pertumbuhan laba BBCA ditopang oleh ekspansi kredit yang kuat, terutama di segmen korporasi, serta rasio dana murah (CASA) yang stabil tinggi di level 83%. Pendapatan bunga bersih (NII) naik 7% yoy, meskipun net interest margin (NIM) sedikit tertekan ke 6,2% akibat meningkatnya cost of fund (CoF) menjadi 1,2%.
Baca Juga
Laba BCA (BBCA) Capai Rp 29 Triliun di Semester I 2025, Naik 8%
Tiga sorotan utama penopang pertumbuhan kinerja keuangan perseroan, yaitu kredit korporasi tumbuh 13% yoy, rasio efisiensi meningkat dengan cost-to-income ratio (CIR) turun ke 33,3% dari 34,2% pada tahun lalu, serta kualitas aset tetap unggul dengan NPL tetap rendah di 2,1% dan coverage tetap kuat meski cost of credit (CoC) naik ke 0,4%.
Sumber: BRI Danareksa Sekuritas/Diolah
Dengan pencapaian tersebut BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham BBCA dengan target harga Rp 11.900. Target ini mencerminkan valuasi price-to-book (PBV) 5,2x dan proyeksi return on equity (ROE) 21,4% tahun ini. “Dengan fondasi CASA yang kuat, manajemen risiko yang disiplin, dan efisiensi operasional yang terjaga, BBCA dinilai tetap menjadi top pick sektor perbankan Indonesia,” tulis riset tersebut.
Baca Juga
AIA dan BCA Luncurkan “HOKI”, Proteksi dengan Manfaat Dana Tahunan hingga 99 Tahun
Terkait pergerakan harga di Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam sebulan terakhir, saham BBCA turun sebanyak 4,34% menjadi Rp 8.275. Sedangkan year to date (ytd), penurunan harga saham BBCA telah lebih dari 16,41%. Penurunan tersebut sejalan dengan pelemahan mayoritas saham big bank.
Tak hanya itu, pemodal asing juga mencatatkan penjualan bersih (net sell) saham BBCA sebanyak Rp 5,72 triliun dalam sebulan terakhir. Saham ini menjadi penyumbang terbesar terhadap total net sell saham di BEI yang mencapai Rp 8,09 triliun selama sebulan terakhir.

