Investor Asing Berbalik Net Sell Rp 420,74 Miliar Hari Ini, Berikut Daftar Saham yang Diobral
JAKARTA, investortrust.id – Pemodal asing membukukan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 420,74 miliar, meski indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (29/7/2025), menguat tipis 3,14 poin (0,04%) menjadi 7.617,91.
Net sell terbanyak melanda saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 562,95 miliar, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 105,55 miliar, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) senilai Rp 56,02 miliar, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) Rp 46,61 miliar, dan PT Petrosea Tbk (PTRO) Rp 44,13 miliar.
Baca Juga
Pastikan BBM di Jember Aman Imbas Penutupan Jalur Gumitir, Pertamina Kerahkan 86 Mobil Tangki
Sebaliknya pembelian bersih (net buy) melanda sejumlah saham berikut, yaitu PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) mencapai Rp 90,86 miliar, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) Rp 75,12 miliar, PT Astra International Tbk (ASII) Rp 65,18 miliar, PT Pertamina Geothermal Tbk (PGEO) Rp 59,95 miliar, dan PT Sentul City Tbk (BKSL) Rp 58,63 miliar.
Terkait kenaikan tipis indeks hari ini akibat berbalik melemahnya saham PT Sinarmas Multiartha Tbk (SMMA) dari sebelumnya ARA level Rp 25.800 di sesi I menjadi anjlok 12,56% ke Rp 18.800 pada penutupan. Sedangkan sektor saham penopang IHSG datang dari sektor material dasar 1,75%, sektor energi 1,02%, sektor teknologi 1,30%, sektor konsumer primer 0,72%, sektor kesehatan 0,85%, dan sektor property 0,56%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor keuangan 1,49% dan sektor transportasi 1%.
Meski IHSG naik tipis, sejumlah saham berikut justru torehkan lompatan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham PT Sarawanti Indoland Development Tbk (SWID) melesat 35% menjadi Rp 81, PT Radiant Utama Interinsco Tbk (RUIS) melesat 34,76% menjadi Rp 252, dan PT Pembangunan Graha Lestari Indah Tbk (PGLI) naik 34,75% menjadi Rp 190.
Baca Juga
Rupiah Hari Ini Ditutup Tertekan karena The Fed dan Tarif Perdagangan
ARA juga melanda saham PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) sebanyak 25% menjadi Rp 545, PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) sebanyak 20% menjadi Rp 38.850. Walau tak ARA, saham PT Pulau Subur Tbk (PTPS) melesat 25,58% menjadi Rp 162. Sebaliknya saham dengan penurunan dalam dicatatkan lima saham berikut, yaitu saham SMMA turun 12,56% menjadi Rp 18.800, ASPI melemah 9,80% menjadi Rp 276, SOLA turun 9,87% menjadi Rp 137, MGLV melemah 9,59% menjadi Rp 660, dan IFII melemah 9,38% menjadi Rp 232.
Kemarin, IHSG kembali torehkan rekor dalam sembulan bulan terakhir setelah cetak kenaikan 71,27 poin (0,94%) menjadi 7.614,77. Bahkan sepanjang hari laju indeks sempat menyentuh level tertinggi sepanjang tahun ini di posisi 7.669,44. Pemodal asing membukukan net buy saham mencapai Rp 49,57 miliar.
Penguatan tersebut ditopang kenaikan hampir seluruh sektor saham, seperti sektor infrastruktur naik 2,61%, energi naik 2,26%, sektor energi 1,36%, sektor konsumer primer 1,32%, sektor property 1,12%, dan sektor keuangan 0,28%. Sebaliknya penurunan saham sektor kesehatan 0,17%.

