Saham BKSL Terus Melonjak, Benarkah Danantara Terlibat di Proyek KEK Kesehatan Sentul?
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Chief Investment Officer (CIO) Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Pandu Sjahrir membantah kabar yang menyebutkan Danantara terlibat dalam pembangunan kawasan ekonomi khusus (KEK) yang akan dibangun di atas lahan milik PT Sentul City Tbk (BKSL).
Kabar ini dikaitkan setelah saham BKSL terus mengalami lonjakan.
Baca Juga
Lucu, Gegara Danantara Sejumlah Direksi BUMN Sering Ketinggalan Tas
“Kita enggak tahu,” ujar Pandu saat menjawab pertanyaan investortrust.id di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (28/7/2025).
Sebelumnya, beredar informasi bahwa proyek ini akan menjadi kawasan terintegrasi layanan kesehatan yang masuk dalam program strategis nasional (PSN). Rencana tersebut sejalan dengan visi Asta Cita pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, khususnya dalam agenda reformasi sistem kesehatan nasional.
Proyek KEK kesehatan Sentul kerap dikaitkan dengan Chengdu di China yang telah mengembangkan kawasan serupa bernama Chengdu Tianfu International Bio-Town (CDBT). Terletak di selatan kota, kawasan ini mencakup area seluas 44 kilometer persegi dan dikembangkan sebagai pusat inovasi serta kolaborasi global untuk industri bioteknologi.
Baca Juga
Danantara Siap Terima 'Return' Lebih Rendah, Tapi Ini Syaratnya...
Saat ini, Chengdu melayani 164 juta pasien rawat jalan setiap tahun dan mempekerjakan lebih 5 juta tenaga kerja di sektor medis dan industri kesehatan terkait.
Pada perdagangan sesi II Senin, (28/7/2025) saham BKSL melesat 8,2% ke level Rp 132 per saham. Sementara dalam seminggu saham BKSL menguat sebanyak 14,78%.

