Lampaui Target, PTPP Ungkap Progress Proyek Bendungan Cibeet 12,62%
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT PP (Persero) Tbk (PTPP) mengumumkan progres proyek pembangunan Bendungan Cibeet Paket II senilai Rp 1,81 triliun. Proyek yang ditargetkan rampung pada 2028 tersebut digarap melalui kerja sama operasi (KSO) dengan PT Marfri Jaya Abadi dan PT Daya Mulia Turangga.
“Proyek itu ditargetkan selesai dalam 1.860 hari kalender atau terhitung sejak 4 September 2023 hingga 6 Oktober 2028. Hingga kini, progres proyek sudaha mencapai 12,62% atau lampaui target sebanyak 4,5%,” tulis Corporate Secretary PTPP Joko Raharjo dalam keterangan di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (24/7/2025).
Baca Juga
Cetak Kontrak Rp 9,36 Triliun di Kuartal II, PTPP Targetkan Laba Naik 53% di 2025
Proyek strategis nasional tersebut didesain sebagai bendungan tipe Gravity Dam dengan material Roller Compacted Concrete (RCC). Hal ini menjadikannya bendungan RCC ketiga di Indonesia dan yang pertama diinisiasi oleh Kementerian Pekerjaan Umum.
Teknologi RCC memungkinkan percepatan konstruksi dan efisiensi material, dengan inovasi pengecoran beton tanpa slump menggunakan fly ash dan semen rendah, yang dipadatkan dengan vibro roller.
Joko menjelaskan, banyak manfaat strategis dari hadirnya bendungan Cibeet, antara lain mendukung irigasi seluas 8.837 hektare, yang meningkatkan indeks pertanaman dari 100% menjadi 300%.
Baca Juga
Mirae Asset Selektif Bawa Emiten IPO 2025, Tunggu Momen Pasar Lebih Kondusif
Selain itu, bendungan tersebut menyediakan pasokan air baku sebesar 3.770 liter per detik bagi Kabupaten Bogor, Karawang, dan Bekasi, serta kawasan industri. “Tidak kalah penting, keberadaan Bendungan Cibeet juga mereduksi debit banjir hingga 66% di hilir Sungai Citarum,” sambung manajemen PTPP.
Proyek yang digarap PTPP tersebut juga rencananya dapat menghasilkan listrik dari dua sumber terbarukan. Keduanya meliputi Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro berkapasitas 0,25 megawatt (MW) dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya sebesar 110 MW dengan memanfaatkan area genangan.

