IHSG Lanjutkan Penguatan Beruntun 0,60%, CDIA kembali Jadi Motor Penggerak
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (22/7/2025), bergerak lanjutkan penguatan dengan kenaikan telah mencapai 45 poin (0,60%) menjadi 7.442 hanya dalam 30 menit setelah perdagangan saham dibuka. Penopangnya berasal dari saham sektor infrastruktur dan energi.
Data BEI menyebutkan bahwa saham sektor infrasturktur melesat 3,35%, sektor teknologi 1,45%, sektor energi naik 0,74%, sektor material dasar naik 0,62%, dan sektor keuangan 0,22%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor konsumer primer dan kesehatan.
Baca Juga
Usai Lepas dari Sentul City (BKSL), Laba Natura City (CITY) Melesat 317,6%
Penyumbang utama kenaikan indeks datang dari berlanjutnya kenaikan hingga auto reject atas (ARA) saham PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) sebanyak 24,69% menjadi Rp 1.515. Kenaikan ARA selama Sembilan hari ini menjadikan kapitalisasi pasar (market cap) saham emiten yang dikendalikan Prajogo Pangestu ini melambung menjadi Rp 189,11 triliun mengejar PT Astra International Tbk (ASII) senilai Rp 191 triliun.
Kenaikn pesatnya lainnya melanda saham PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk (RELI) sebanyak 24,11% menjadi Rp 875. Sebagaimana diketahui saham ini telah mengalami penguatan hingga ARA dalam tiga hari beruntun. Kenaikan selanjutnya dicatatkan saham PT Reamala Abadi Tbk (DATA) sebanyak 20,33% menjadi Rp 1.835.
Sebaliknya saham dengan penurunan paling dalam pagi ini, yaitu saham MERI meelmah 14,94% menjadi Rp 410 atau mengalami auto reject bawah (ARB) dalam dua hari beruntun. Saham CSMI turun 14,06% menjadi Rp 428 dan PGUN melemah 9,15% menjadi Rp 645.
Baca Juga
Begini Target Harga Saham Energi Mega (ENRG) di Tengah Divestasi Gebang dan Rights Issue
IHSG kemarin ditutup melesat 86,27 poin (1,18%) ke tertinggi baru tahun ini level 7.398 dengan penjualan bersih saham oleh investor asing mencapai Rp 180,30 miliar Net sell terbanyak melanda saham BBCA Rp 233,58 miliar, BMRI Rp 190,48 miliar, dan SSIA senilai 119,18 miliar.
Penopang utama penguatan indeks datang dari kenaikan saham sektor teknologi sebanyak 6,75%, sektor infrastruktur 4,60%, sektor material dasar 2,79%, sektor industry 1,66%, sektor property 1,45%, sektor transportasi 1,38%, dan sektor konsumer primer 0,59%. Satu-satunya sektor saham dengan penurunan adalah keuangan 0,12%.
Sejumlah saham juga cetak lompatan harga hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham BWPT naik 34,57% menjadi Rp 109, RELI naik 24,78% menjadi Rp 705, dan KETR naik 24,75% menjadi Rp 252. CDIA naik 24,62% menjadi Rp 1.215, COIN naik 24,58% menjadi Rp 735, PGUN melesat sebanyak 24,56% menjadi Rp 710, dan NRCA kembali melesat 24,54% menjadi Rp 1.015.
Adapun saham penopang utama kenaikan indeks datang dari penguatan saham PT DCI Indonesia Tbk (DCII), emiten yang dikendalikan Toto Sugiri ini, berhasil melesat 17,94% menjadi Rp 288.950, sehingga market cap menjadi Rp 688,56 triliun. Kenaikan juga didukung saham PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) sebanyak 10,42% menjadi Rp 15.625.

